Kapal Induk Shandong Cina Pamer Kekuatan di Selat Taiwan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal induk pertama Cina yang dikembangkan di dalam negeri, Tipe 001A

    Kapal induk pertama Cina yang dikembangkan di dalam negeri, Tipe 001A "Shandong" terlihat di sebuah pelabuhan di Dalian. [REUTERS / Stringer]

    TEMPO.COTaipei – Militer Cina mengerahkan kapal induk Shandong yang baru diluncurkan untuk berlayar melewati Selat Taiwan.

    Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan ini di tengah proses kampanye Presiden, yang sedang berlangsung di negara pulau itu. Pilpres dan pemilihan legislatif akan digelar pada 11 Januari 2019.

    Demokratik Taiwan dianggap sebagai provinsi yang memberontak terhadap kekuasaan Partai Komunis Cina di Beijing, Cina. Ini merupakan isu teritorial sangat sensitif dan penting. Pemerintah Cina telah mengancam akan menyerang jika Taiwan menyatakan kemerdekaan secara formal.

    “Kapal induk Shandong berlayar ke utara melewati Selat Taiwan,” begitu pernyataan kemenhan Taiwan seperti dilansir Reuters pada Kamis, 26 Desember 2019.

    Kemenhan Taiwan tidak menyebutkan waktu persis kapal induk Shandong melewati perbatasan laut kedua negara.

    “Merupakan tanggung jawab dan tugas dari kedua pihak di antara selat untuk mempertahankan perdamaian dan stabilitas dan menjaga kemaslahatan rakyat,” begitu pernyataan kantor Presiden Taiwan.

    Kantor Presiden Taiwan juga menegaskan Beijing harus menjaga perdamaian dan stabilitas lintas selat dan wilayah, yang tidak mudah diperoleh.

    Soal ini, kemenhan Cina belum memberikan respon.

    Seorang pejabat senior Taiwan yang mengetahui isu keamanan mengatakan patroli Angkatan Laut Cina merupakan upaya terbaru Beijing untuk mencampuri pemilu Taiwan.

    “Dengan mengencangkan otot militer, Cina berupaya mengintimidasi pemilih mengambang,” kata pejabat ini.

    Pejabat yang enggan diungkap identitasnya ini mengatakan,”Tindakan Cina ini bisa menjadi pedang bermata dua. Namun, yang paling mengkhawatirkan CIna adalah kemungkinan terjadinya kekacauan bagi kelompok pro-Cina pada pemilihan umum ini.”

    Menurut dia, pemerintah Cina lebih suka melihat kandidat dari partai oposisi utama Kuomintang memenangkan pilpres ini. Ini karena partai itu mendukung hubungan lebih erat dengan Cina.

    Sebelumnya, juru bicara pemerintah Cina, Wu Qian, mengatakan proses peluncuran kapal induk buatan domestik berlangsung lancar. Namun, dia tidak menyebut kemana penugasan kapal induk itu.

    “Kapal itu akan terus melakukan uji coba dan pelatihan dan membangun kemampuan tempur dari pelatihan,” kata Wu.

    Media Taiwan News melansir pengerahan kapal induk Shandong itu terjadi 16 hari menjelang pemilu. Sebelum ini, sejumlah kapal perang AL dan jet tempur AU Cina telah bergerak mendekati Taiwan. Ini ditafsirkan sebagai intimidasi dari Cina jelang pemilu 11 Januari 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.