Lelaki Jerman Temukan Uang Rp 400 Juta di Dalam Jam Tua

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata uang lama Jerman sebelum beralih ke euro adalah deutsche mark. DW

    Mata uang lama Jerman sebelum beralih ke euro adalah deutsche mark. DW

    TEMPO.CO, Aucrich- Seorang pria di Jerman mendapat kejutan saat membuka bungkusan yang tersimpan di bagian belakang sebuah jam tua, yang dibelinya di sebuah pasar loak.

    Bungkusan itu ternyata berisi uang kertas. Namun, ini uang kertas lama yang berlaku hingga 2001 di sana.

    “Uang itu berjumlah 50 ribu Deutsche Mark dan diketahui saat pria itu membongkar bagian belakang jam itu,” begitu dilansir DW mengutip dari media NDR pada Selasa, 24 Desember 2019.

    Pria itu lalu membawa bungkusan uang itu ke kantor pemerintah urusan benda hilang.

    Setelah masa tunggu selama enam bulan dan tidak ada yang mengklaim kepemilikan atas uan itu, maka pria itu diizinkan mendapatkan uang tadi.

    Uang itu masih bisa ditukarkan ke Euro meskipun telah 18 tahun kadaluarsa. Pria itu, yang tidak disebutkan namanya, hanya membayar biaya administrasi sebesar sekitar U$600 atau sekitar Rp8 juta di Kota Aurich.

    Uang lama tadi lalu dikonversi menjadi Euro dan jumlahnya mencapai 25.500 ribu Euro atau sekitar Rp400 juta.

    Jerman dikenal sebagai negara dengan kultur uang tunai dan warganya gemar menyimpan. Ini membuat mereka kerap menyimpang uang kertas dalam jumlah besar hingga bertahun-tahun.

    Bank sentral melansir masih ada sekitar 12.6 miliar Deutsche Marks atau sekitar 6.3 miliar Euro atau sekitar Rp98 triliun uang tunai tersimpan di rumah warga.

    Sebagian uang ini berbentuk koin yang jatuh di belakang sofa dan sebagian lain dalam bentuk uang kertas.

    Sebagian negara Uni Eropa memberlakukan ketentuan uang lama tidak bisa lagi ditukar ke uang baru pada 2019. Ini seperti mata uang lira Italia, dan drachma Yunani, yang kadaluarsa pada 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.