Kementerian Kesehatan Malaysia Ingatkan Bahaya Nasi Dihangatkan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi nasi tim ayam jamur. shutterstock.com

    Ilustrasi nasi tim ayam jamur. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebagian dari kita pasti paling menghindari sikap membuang-buang makanan, termasuk nasi, dan memilih menyimpannya untuk makan berikutnya. Namun Kementerian Kesehatan Malaysia dalam unggahannya di Facebook dan Twitter pada Senin, 23 Desember 2019, memperingatkan akan bahaya nasi yang berulang-ulang dihangatkan. 

    Dikutip dari asiaone.com, Kementerian Kesehatan Malaysia menyebut nasi yang berulang-ulang dihangatkan berpotensi menyebabkan keracunan makanan. Ditekankan, bukan proses penghangatan ulang nasi yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, namun metode penyimpanan nasi itu yang menimbulkan kekhawatiran.

    Ilustrasi nasi (Pixabay.com)

    Dalam unggahan Kementerian Kesehatan Malaysia disebutkan jika nasi ditinggalkan lebih dari empat jam dalam suhu ruangan, maka spora bakteri dalam penghangat nasi akan menjadi aktif sehingga memungkinkan bakteri-bakteri basilus cereus berkembang biak. 

    Jenis bakteri ini biasanya ditemukan di beras yang belum matang dan bisa hidup dalam temperatur tinggi. Bakteri ini memproduksi berbagai racun yang bisa menyebabkan muntah, diare dan keracunan makanan. Mengkonsumsi nasi yang sudah bau atau berlendir sebaiknya dihindari. 

    Sebelumnya Layanan Kesehatan Nasional di Inggris menyarankan agar nasi dibiarkan dingin sekitar satu jam dan disimpan ke kulkas segera setelah. Lembaga itu bahkan memperingatkan agar jangan menyimpan nasi lebih dari satu hari dan menghangatkannya lebih dari satu kali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.