Menteri Pendidikan Italia Mundur karena Anggaran Pendidikan Minim

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan Italia Lorenzo Fioramonti saat wawancara dengan Reuters di Roma, Italia, 4 November 2019. [REUTERS / Remo Casilli]

    Menteri Pendidikan Italia Lorenzo Fioramonti saat wawancara dengan Reuters di Roma, Italia, 4 November 2019. [REUTERS / Remo Casilli]

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan Italia Lorenzo Fioramonti mengundurkan diri setelah gagal memperoleh miliaran euro dari pemerintah, yang diperlukan kementeriannya untuk meningkatkan sekolah dan universitas di Italia.

    Pengunduran diri ini merupakan pukulan bagi pemerintah yang berkuasa di tengah perselisihan antarpartai pada isu-isu mulai dari reformasi zona euro hingga hak-hak migran.

    Pengunduran diri ini sekaligus masalah bagi Partai Gerakan Bintang 5, Partai Fioramonti, yang mencoba untuk mengatur kembali ketidakpuasan internal yang meluas dengan pemimpinnya Luigi Di Maio.

    Dikutip dari Reuters, 26 Desember 2019, Fioramonti mengatakan bahwa ia telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Giuseppe Conte dalam sepucuk surat pada 23 Desember.

    Bulan ini tiga senator gerakan bintang 5 beralih haluan untuk bergabung dengan Liga sayap kanan dalam oposisi.

    Fioramonti mengatakan tidak lama setelah pemerintah Gerakan Bintang 5 dan Partai Demokrat tengah-kiri dibentuk pada bulan September, bahwa ia akan berhenti kecuali jika anggaran pendidikan dinaikkan sebesar 3 miliar euro atau sekitar Rp 46,5 triliun dalam anggaran belanja negara 2020.

    Namun, pemerintah enggan memberi anggaran pendidikan yang dia minta, di mana anggaran disetujui pada hari Senin sebelum batas waktu 31 Desember.

    "Seharusnya tidak mengejutkan bagi siapa pun bahwa menteri menepati janjinya," kata Fioramonti.

    Fioramonti mengatakan dia akan tetap mendukung pemerintah di parlemen, di mana dia adalah wakil majelis rendah.

    Italia membelanjakan 3,6% dari produk domestik bruto untuk pendidikan dasar hingga universitas, dibandingkan dengan rata-rata 5% di antara 32 negara dalam laporan oleh Organisation of Economic Cooperation and Development (OECD). Italia berada di posisi terbawah dalam OECD untuk anggaran pengeluaran publik.

    Fioramonti, mantan profesor ekonomi di Universitas Pretoria Afrika Selatan, telah menjadi salah satu menteri paling vokal di Italia selama tiga bulan menjabat.

    Usulannya untuk pajak baru pada tiket pesawat, plastik dan makanan manis untuk mengumpulkan dana untuk pendidikan diserang oleh para kritikus yang mengatakan orang Italia sudah kelebihan pajak.

    Sebagai pendukung vokal kebijakan pro lingkungan, Fioramonti menjadi berita utama ketika ia mengumumkan Italia tahun depan akan menjadi negara pertama yang mewajibkan anak sekolah untuk mempelajari perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

    Awal bulan ini menteri pendidikan Italia tersebut mengatakan raksasa energi Italia ENI harus menghentikan eksplorasi minyak dan fokus pada energi terbarukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.