Pelecehan Seksual 175 Bocah Lelaki di Legionaries of Christ

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Yohanes Paulus II (kanan) memberkati Pastor Marcial Maciel, pendiri Legiun Kristus di aula Paul VI di Vatikan 30 November 2004.  REUTERS/Tony Gentile/File Photo

    Paus Yohanes Paulus II (kanan) memberkati Pastor Marcial Maciel, pendiri Legiun Kristus di aula Paul VI di Vatikan 30 November 2004. REUTERS/Tony Gentile/File Photo

    TEMPO.COVatican City – Investigasi internal dari organisasi Legionaries of Christ, yang bernaung di bawah Vatikan, menunjukkan terjadi sejumlah pelecehan seksual terhadap bocah lelaki oleh pendiri organisasi itu yakni Pastor Marcial Maciel dan sejumlah imam.

    Laporan ini menjadi penting karena Vatikan cenderung membantah semua pengaduan para seminaris bahwa Maciel sering melakukan pelecehan seksual terhadap mereka.

    Sebagian korban bocah lelaki masih berusia 12 tahun ketika mengalami pelecehan seksual itu.

    “Laporan itu mencakup periode sejak Maciel mendirikan organisasi itu di Meksiko pada 1941 hingga 2019. Ini merupakan upaya dari pengurus Legionaries untuk menghadapi secara terbuka sejarahnya sendiri,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 22 Desember 2019.

    Reuters melansir pengaduan korban telah terjadi selama beberapa dekade hingga 2006 saat Paus Yohanes Paulus memimpin. Namun, pengaduan itu tidak mendapatkan perhatian otoritas Vatikan.

    Maciel telah meninggal pada 2008 dan diduga sebagai salah satu pelaku pedofil terburuk dalam sejarah Gereja Katolik Roma. Dia diduga juga telah melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak kandungnya sendiri, yang merupakan buah hubungannya dengan dua orang perempuan.

    Salah satu tokoh Vatikan yang disebut kerap membela Legionaries adalah Kardinal Angelo Sodano, 92 tahun, yang menjabat sebagai Secretary of State pada masa Paus Yohanes Paulus II.

    Paus Fransiskus baru saja menerima pengunduran diri Sodano sebagai dekat Akademi Kardinal atau College of Cardinals pada Sabtu pekan lalu.

    Dan pada saat sama, Paus Fransiskus mengubah hukum gereja untuk membatasi masa tugas dekat menjadi lima tahun dari sebelumnya seumur hidup.

    Vatikan mengakui Maciel telah melakukan tindak kejahatan pada 2006. Saat itu, Paus Benediktus memerintahkannya untuk mengundurkan diri dan menjalani kehidupan doa.

    Namun, Benediktus menolak seruan dari sejumlah orang di gereja yang meminta agar organisasi Legionaries ini dibubarkan karena dianggap telah rusak hingga ke dasarnya.

    Vatikan memilih mengambil alih pengelolaan organisasi itu sejak 2010 dan memulai proses reformasi.

    ABC Net melansir laporan terbaru menyatakan ada 175 anak lelaki menjadi korban pelecehan seksual oleh 33 pastor di Legionaries antara 1941 – 2019.

    Setidaknya, ada 60 anak atau sepertiganya, mengalami pelecehan seksual langsung oleh Maciel. Mayoritas korban berusia 11 – 16 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    30 Kursi Pejabat BUMN dan Pemerintah Diisi Perwira Polisi

    Sebagian dar 30 perwira polisi menduduki jabatan penting di lembaga pemerintah. Sebagian lainnya duduk di kursi badan usaha milik negara alias BUMN.