Trump Sebut Pelosi Gila karena Tunda Dokumen Pemakzulan

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Donald Trump, berdebat dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nancy Pelosi, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, dengan disaksikan Wapres Mike Pence dan direkam awak media di Oval Office, Gedung Putih, mengenai pembangunan tembok di perbatasan Meksiko pada 11 Desember 2018. Fox News

    Presiden AS, Donald Trump, berdebat dengan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, Nancy Pelosi, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat di Senat, Chuck Schumer, dengan disaksikan Wapres Mike Pence dan direkam awak media di Oval Office, Gedung Putih, mengenai pembangunan tembok di perbatasan Meksiko pada 11 Desember 2018. Fox News

    TEMPO.COFlorida – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengritik Ketua DPR Nancy Pelosi karena menunda pengiriman dokumen dakwaan pemakzulan dirinya ke Senat.

    “Ini sangat tidak adil,” kata Trump pada Sabtu, 21 Desember 2019 atau beberapa hari setelah dia terkena pemakzulan oleh DPR AS, yang dikuasai kubu Partai Demokrat.

    Menurut Trump, Pelosi melakukan itu karena memang tidak ada kasus untuk memakzulkan dirinya.

    “Mereka melanggar Konstitusi,” kata Trump sambil menyebut Nancy gila.

    Pada 18 Desember 2019, DPR AS mengambil keputusan lewat voting untuk memakzulkan Trump.

    Ini sebagai langkah pertama dari dua langkah pemakzulan Trump. Proses selanjutnya akan bergerak ke Senat, yang dikuasai Partai Republik dan mendukung Trump.

    Trump bisa dilengserkan dari kursi Presiden jika dua per tiga dari jumlah anggota Senat menyetujui dakwaan dari DPR AS.

    Saat ini, perdebatan antara Partai Demokrat dan Partai Republikan mengenai cara persidangan pemakzulan Trump di Senat telah dimulai.

    Pelosi dan anggota Kongres dari Demokrat ingin para pembantu utama Trump dipanggil dalam sidang pemakzulan di Senat untuk dimintai keterangan.

    Demokrat mengritik pemimpin Senat dari Partai Republik yaitu Senator Mitch McConnell karena mengatakan dia bekerja sama dengan Gedung Putih terkait persiapan persidangan pemakzulan.

    Demokrat menilainya bersikap tidak imparsial dalam melaksanakan tugasnya untuk mempertimbangkan bukti pemakzulan yang disiapkan Demokrat.

    Pelosi lalu memutuskan untuk menunda pengiriman dokumen dakwaan pemakzulan Trump sebagai upaya untuk menekan Partai Republik di Senat.

    Pelosi juga belum menunjuk manajer atau jaksa penuntut, yang akan mempresentasikan bukti pelanggaran Konstitusi oleh Trump saat sidang Senat nanti.

    “Hingga DPR mendapatkan gambaran jelas seperti apa sidang Senat itu, ketua DPR tidak dalam posisi untuk menunjuk manajer dan mengambil langkah berikutnya untuk meminta pertanggungjawaban Presiden ini. Dan untuk memastikan Senat memenuhi tugas Konstitusi,” kata Pelosi pada Sabtu.

    Menurut pejabat dari kantor ketua DPR, para senator memiliki tugas Konstitusi melakukan proses yang adil dalam sidang pemakzulan nanti.

    “Nancy gila ingin mendikte syarat pemakzulan hoaks ke Senat yang dikuasai mayoritas Republik,” kata Trump lewat cuitan di Twitter Senin, 23 Desember 2019. Menurut dia, Demokrat mengabaikan proses yang benar dengan meniadakan keterangan saksi dan pengacara saat proses pemakzulan di DPR. “Demokrat hanya ingin semua ini berakhir. Kasus mereka buntu. Dan angka survei mereka buruk.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.