Istri Simpan Mayat Suami di Lemari Pendingin Selama 10 Tahun

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. guardian.ng

    Ilustrasi mayat. guardian.ng

    TEMPO.CO, Jakarta - Mayat pria yang ditemukan di freezer lemari pendingin apartemen Utah bulan lalu diyakini telah meninggal 10 tahun lalu.

    Sebuah catatan yang ditemukan di dekat mayat menyatakan istrinya tidak membunuhnya.

    Pihak berwenang sedang melakukan pemeriksaan pada 22 November ketika mereka menemukan perempuan bernama Jeanne Sourone-Mathers yang berusia 75 tahun tewas di dalam apartemennya karena sebab alamiah di kota Tooele, sekitar 35 kilometer barat daya Salt Lake City, menurut laporan yang dikutip dari Fox News, 21 Desember 2019.

    Ketika polisi melakukan penggeledahan lebih lanjut dari apartemen itu, mereka menemukan mayat Paul Edwards Mathers yang berusia 69 tahun di dalam freezer.

    Selain mayat itu, penyelidik menemukan surat notaris yang ditandatangani oleh Paul Mathers yang menyatakan istrinya tidak membunuhnya.

    "Itu diaktakan pada 2 Desember 2008," kata Sersan Polisi Jeremy Hansen. "Kami yakin ia menderita penyakit yang mematikan."

    Polisi percaya bahwa Souron-Mathers, 75 tahun, meninggalkan suaminya mati di freezer sekitar 4 Februari 2009, dan 8 Maret 2009. Mathers terakhir terlihat hidup pada 4 Februari 2009 di rumah sakit Veteran Affairs.

    Orang yang mengaktakan surat pada tahun 2008 telah diwawancarai oleh polisi sebagai bagian dari penyelidikan.

    "Dia memberi tahu detektif bahwa dia tidak membaca surat itu, dia hanya mencapnya dan menandatanganinya," kata Hansen.

    Pihak berwenang sedang menyelidiki mengapa perempuan itu menyimpan mayat itu dan apakah dia ingin terus mengumpulkan Jaminan Sosial dan Pemeriksaan Urusan Veterannya.

    Polisi Tooele mengatakan mereka percaya Souron-Mathers menerima setidaknya US$ 177.000 atau sekitar Rp 2,5 miliar tunjangan pemerintah selama periode 10 tahun.

    Detektif, yang tidak mengesampingkan motif pembunuhan, juga sedang menyelidiki apakah perempuan itu dibantu pihak lain saat menaruh mayat Paul di lemari es.

    Perempuan itu menggunakan kursi roda, tetapi tidak menggunakannya pada awal 2009 ketika suaminya meninggal, kata polisi. Hansen mengatakan bahwa Mathers bukan pria bertubuh besar.

    Tetangga yang tinggal di dekat TKP mengatakan bahwa Sourone-Mathers adalah orang yang baik.

    Tetangga yang lain, James Kite, berspekulasi Sourone-Mathers menyimpan mayat suaminya di lemari pendingin, demi mendapat uang pensiunannya karena itu adalah satu-satunya sumber penghasilan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.