Pulang ke Swedia, Greta Thunberg Protes Lagi Tiap Jumat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Setelah empat bulan mengikuti konferensi di New York City dan Madrid, Greta Thunberg kembali pada aktivitasnya semula, yakni melakukan aksi protes di depan gedung parlemen Swedia saban Jumat. Pada Jumat, 20 Desember 2019, Thunberg bergabung dengan demonstran pecinta lingkungan lainnya.

    Dikutip dari reuters.com, aksi protes itu dilakukan usai jam sekolah di Swedia. Sejumlah aktivis memberikan sebuah rapot kepada sejumlah politikus yang berisi nilai F yang artinya gagal dalam mengatasi perubahan iklim di pertemuan-pertemuan PBB dalam 10 tahun terakhir. Mereka juga menuntut adanya upaya yang lebih keras dalam mengatasi perubahan iklim.

    Thunberg, 16 tahun, sebelum terkenal sebagai pejuang lingkungan hidup, melakukan aksi protes sendirian yang dinamai ‘mogok sekolah demi perbaikan iklim’. Aksi itu dilakukannya mulai Agustus 2018 dengan cara berdiri di depan gedung parlemen Swedia setiap hari Jumat. Aksinya secara mengejutkan mendunia. 

    “Saya akan memberikan mereka nilai F. Saya tahu mereka (politikus) mencoba, namun mereka tidak cukup keras mencoba,” kata aktivis Isabelle Axelsoon, 18 tahun. 

    Aksi protes ‘Jumat untuk masa depan’ telah mendorong jutaan anak muda di lebih dari 100 negara melakukan aksi mogok sekolah setiap Jumat sepanjang tahun ini. Mereka mendukung Thunberg yang menuntut adanya langkah cepat dari pemerintah di seluruh dunia untuk mengurangi emisi karbon 

    Dalam menghadiri pertemuan demi pertemuan di sejumlah negara, Thunberg memilih menggunakan mobil, kereta dan kapal laut , ketimbang pesawat. Hal itu juga sebagai bentuk upayanya menuntut adanya langkah nyata dari pemerintah di seluruh dunia pada pengurangan perubahan iklim.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.