Kebab Daging Anjing di Vietnam yang Kontroversi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kebab daging anjing di Hanoi, Vietnam. Sumber: Josh Edelson/mirror.co.uk

    Kebab daging anjing di Hanoi, Vietnam. Sumber: Josh Edelson/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Fotografer Josh Edelson, dari California, Amerika Serikat, memfoto momen saat dia berkunjung ke sebuah pasar di Hanoi Vietnam, yang banyak menjual kebab daging anjing. Gambar-gambar yang dipublikasikannya memperlihatkan kengerian di sebuah pasar daging.

    Dikutip dari mirror.co.uk, beberapa jasad anjing kecil terlihat tergeletak di atas meja panggangan saat para pedagang bersiap mempersiapkan daging-daging itu untuk disate dan disajikan pada para konsumen di pasar Thit Cho, Hanoi, Vietnam. 

    Kebab daging anjing. Sumber: Josh Edelson/mirror.co.uk

    Edelson berkeliling Kota Hanoi dan hasil jepretannya memperlihatkan kulit-kuli daging anjing siap santap itu tampak mengeras dan kuning kecokelatan. Ada pula beberapa anjing siap santap itu yang masih lengkap dengan gigi-giginya. 

    Edelson menceritakan dia berkeliling selama dua hari untuk mencari pedagang yang membolehkannya merekam dan memfoto kedai-kedai kebab daging anjing. Akan tetapi, banyak dari para pedagang itu menolaknya karena budaya makan daging anjing masih kontroversi. 

    “Waktu pertama kali mencoba, mereka meminta saya menjauh. Mereka tak suka apa yang mereka lakukan di foto karena ini cukup kontroversi (makan daging anjing). Masyarakat sekitar menganggap ini adalah bagian dari budaya mereka dan itu harus diingat,” kata Edelson. 

    Dia menceritakan pernah saat berkunjung ke pasar itu dia melihat beberapa tentara mendekati sebuah toko. Awalnya dia menduga tentara itu akan meminta mereka segera menutup toko, namun ternyata mereka membeli beberapa kebab daging anjing. 

    Memakan daging anjing di Vietnam masih diperbolehkan. Namun kabarnya, pemerintah Vietnam akan melarang konsumsi hewan bertaring ini pada 2021.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.