Polisi Australia Gerebek Impor Ekstasi 645 Kilogram, Pelakunya?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi Australia menggerebek impor ekstasi di Sydney. Reuters

    Polisi Australia menggerebek impor ekstasi di Sydney. Reuters

    TEMPO.CO, Sydney – Polisi Australia menangkap dua lelaki yang diduga sebagai penyelundup 654 kilogram ekstasi. Pil ekstasi ini disembunyikan di dalam kotak barbekyu alumunium. 

    Penggerebekan ini merupakan hasil investigasi selama enam bulan yang melibatkan tiga negara.

    “Polisi Perbatasan Australia mengatakan seorang lelaki dari Queensland dan seorang warga Kanada terlibat dalam tindakan kriminal ini,” begitu dilansir Reuters pada Selasa, Desember 2019.

    Ini merupakan pengiriman ekstasi terbesar ke Australia pada 2019.

    Polisi mengatakan proses investigasi masih terus berlangsung dan penangkapan akan terus terjadi.

    Kedua tersangka dalam kasus ini tidak diungkap namanya. Keduanya terancam hukuman penjara seumur hidup jika terbukti.

    Polisi mengendus pergerakan tersangka pada Juli 2019 saat Unit Penegakan Hukum Obat-Obatan Terlarang Siprus mendapat informasi soal pengiriman ekstasi ini.

    Barang terlarang ini bakal dikirim dari Limassol, Siprus, menuju Sydney, Australia.

    Investigasi ini melibatkan Lembaga Antikejaharan Nasional Inggris atau ABF.

    Polisi lalu mengganti pil ekstasi itu dengan zat lain yang terbungkus barbekyu ke sebuah gudang di Sydney, yang menjadi lokasi penyimpanan selama tiga bulan.

    Mulai Oktober, barbekyu berisi pil ekstasi itu mulai dipindahkan ke sebuah gudang lain secara bertahap di Sydney.

    ABF mengatakan tersangka asal Australia mulai menyiapkan proses distribusi pil ekstasi itu.

    Sedangkan tersangka adal Kanada tiba di Sydney pada pekan lalu untuk mengunjungi gudang dan ditangkap di Brisbane pada Senin.

    “Dakwaan di pengadilan adalah dia bertindak sebagai perantara untuk kelompok kriminal bertanggung jawab atas impor ekstasi,” kata ABF.

    Polisi menangkap tersangka dari Australia pada Senin dengan uang tunai sebanyak US$204 ribu atau sekitar Rp2.9 miliar. Tersangka juga tertangkap dengan kepemilikan kokain 3.5 kilogram.

    ABF berhasil melakukan penangkapan ini karena menggunakan berbagai teknologi baru. Komandan Regional ABF, Danielle Yannopoulos, ereka juga memiliki akses penuh ke kontainer pengapalan dibanding sebelumnya.

    Danielle juga mengatakan penyelundupan sabu juga dilakukan menggunakan onderdil mobil, kulkas, furnitur, dan ekskavator. Penangkapan ekstasi besar di Australia ini menjadi kado akhir tahun bagi para penegak hukum di sana. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.