Yusoff Rawther Tahu Akibatnya Jika Bohong Soal Anwar Ibrahim

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yusoff Rawther, 26 tahun, (bertopi) didampingi pengacaranya Haniff Kathri dan inset Anwar Ibrahim (pojok kanan atas). New Straits Times

    Yusoff Rawther, 26 tahun, (bertopi) didampingi pengacaranya Haniff Kathri dan inset Anwar Ibrahim (pojok kanan atas). New Straits Times

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Pengacara Haniff Kathri mengatakan kliennya Muhammed Yusoff Rawther menyadari konsekuensi jika membuat pengaduan bohong soal pelecehan seksual oleh Presiden Partai Keadilan Rakyat, Anwar Ibrahim.

    Haniff mengatakan kliennya berupa mencari keadilan terhadap insiden yang dialaminya.

    “Yusoff bukan anak remaja lagi. Dia mengerti jika dia berbohong maka dia akan menanggung akibatnya,” kata Haniff seperti dilansir New Straits Times Selasa, 10 Desember 2019.

    Haniff mengatakan klienya telah membuat pernyataan atau statutory declaration.

    “Dia juga sudah membuat laporan dan datang ke kantor polisi untuk memberi keterangan resmi mengenai apa yang terjadi,” kata Haniff kepada media di Bukit Aman.

    Yusoff, 26 tahun, dipanggil ke markas polisi Malaysia untuk memberi keterangan terkait investigasi yang berlangsung saat ini. Dia menghabiskan waktu sekitar tujuh jam di kantor polisi.

    Sebelumnya, Yusoff mengaku mengalami pelecehan seksual oleh Anwar Ibrahim saat bekerja sebagai periset di tim Presiden PKR itu.

    Menurut Yusoff, insiden itu terjadi di rumah Anwar Ibrahim pada Oktober 2018 saat sedang berlangsung proses pemilu sela untuk daerah Port Dickson, yang dimenangkan Anwar Ibrahim.

    Yusoff baru melaporkan insiden ini ke polisi pada 7 Desember 2019.

    Anwar membantah keras tuduhan ini. Dia telah dimintai keterangan di kantor polisi pada 12 Desember 2019. Anwar merupakan calon pengganti dari Perdana Menteri Mahathir Mohamad seperti diatur dalam kesepakatan internal koalisi Pakatan Harapan.

    Koalisi ini merupakan gabungan empat partai termasuk PKR untuk mengusung Mahathir pada pemilu Malaysia 2018, yang berhasil menggantikan Najib Razak sebagai PM.

    Menurut Haniff, klienya telah menjelaskan kepada polisi alasan menunda pelaporan insiden ini selama lebih dari setahun. Dia mengaku tidak bisa membuka alasannya ke publik.

    Polisi saat ini, menurut Haniff, sedang menginvestigasi kasus dugaan pelecehan seksual ini menggunakan Seksi 354 Hukum Pidana ntuk tindak kriminal yang melanggar kepatutan.

    Soal pelaporan ini, Yusoff mengaku mendapat dukungan dari keluarganya. Dia juga menampik kritik dari pamannya yaitu Mohideen Abdul Kader, yang mempertanyakan kredibilitas laporan yang dibuat ke polisi.

    “Keluarga saya telah membuat pernyataan. Saya harap orang-orang yang bukan bagian dari keluarga saya tidak melibatkan diri dalam hal ini,” kata dia.

    Mohideen, yang merupakan Presiden Asosiasi Konsumer di Penang, melontarkan keraguan terhadap klaim keponakannya itu.

    Dia melihat ada kejanggalan keluarga tidak mengetahui adanya pelecehan seksual itu sebelum diumumkan ke publik.

    Mohideen menduga keponakannya itu telah dimanfaatkan oleh kelompok politik tertentu untuk membuat pengaduan demi keuntungan politik tertentu.

    Yusoff membuat tuduhan ini, seperti dilansir Channel News Asia, menjelang PKR menggelar kongres tahunan di Malaysia. Yusoff menuding Anwar Ibrahim menyerangnya dan memaksa melakukan hubungan seksual.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.