Kepala Hong Kong Carrie Lam Datang ke Beijing Cina, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Eksekutif Hong Kong Carrie Lam tiba untuk menyampaikan pidato kebijakan tahunannya, sebagai protes anggota parlemen pro-demokrasi, di Dewan Legislatif di Hong Kong, Cina, 16 Oktober 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    Ketua Eksekutif Hong Kong Carrie Lam tiba untuk menyampaikan pidato kebijakan tahunannya, sebagai protes anggota parlemen pro-demokrasi, di Dewan Legislatif di Hong Kong, Cina, 16 Oktober 2019. REUTERS/Tyrone Siu

    TEMPO.COBeijing – Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, tiba di Beijing, Cina, pada Sabtu, 14 Desember 2019. Ini merupakan kunjungan pertamanya setelah kelompok pro-demokrasi memenangkan pemilu Hong Kong pada November.

    Carrie Lam dikabarkan bakal mendiskusikan situasi politik dan ekonomi terkini di Hong Kong dengan sejumlah pejabat Cina.

    “Dia juga akan bertemu dengan Presiden Xi Jinping pada Senin,” begitu dilansir DW pada Ahad, 15 Desember 2019.

    Kunjungan Lam ini terjadi di tengah krisis politik terparah yang dialami Hong Kong sejak Inggris mengembalikannya ke Cina pada 1997.

    Warga Hong Kong terus menerus menggelar demonstrasi besar-besaran selama nyaris setiap pekan untuk mendesak diterapkannya sistem demokrasi secara penuh.

    Aksi ini dipicu upaya pemerintah mengesahkan RUU Ekstradisi, yang memungkinkan warga Hong Kong diadili di Cina jika dianggap melanggar aturan hukum di sana.

    Kunjungan Lam ini juga memicu spekulasi bakal terjadinya pergantian pucuk pimpinan setelah kekalahan partai pro pemerintah dalam pemilu distrik pada November 2019.

    Kemenangan kelompok pro-demokrasi ini juga diikuti unjuk rasa besar-besaran untuk terus menyuarakan desakan penerapan sistem demokrasi penuh di Hong Kong.

    Saat Lam sedang berkunjung ke Beijing, sejumlah pengunjuk rasa memasuki beberapa mal di Hong Kong dan menyerukan perjuangan merebut kebebasan. Kelompok demonstran ini sempat bentrok dengan petugas keamanan. Sebagian dinding kaca hancur dan terlihat grafiti di sejumlah bagian dinding mal.

    Lewat Facebook pada Sabtu pagi, Lam menekankan perlunya dialog antara masyarakat dan pejabat pemerintah. “Pemerintah akan terus menggelar berbagai format dialog untuk mendengarkan keinginan warga secara tulus,” kata dia. “Ketulusan pemerintah Hong Kong untuk berdialog dengan warga tidak berubah.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?