Penyelundup 450 Ribu Koin Palsu ke Inggris Dipenjara 50 Bulan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Royal Mint, pembuat koin Inggris, mengkonfirmasi koin itu palsu.[Sky News]

    Royal Mint, pembuat koin Inggris, mengkonfirmasi koin itu palsu.[Sky News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria dipenjara 50 bulan setelah berupaya menyelundupkan 450 ribu koin palsu pecahan 1 poundsterling (Rp 18.600) ke Inggris.

    Edward Magill bersekongkol dengan pengemudi truk William Turnbull untuk mengangkut koin palsu dari Belanda.

    Menurut laporan Sky News, dikutip 15 Desember 2019, rencana tersebut digagalkan ketika trailer tempat tidur pengemudi dihentikan oleh petugas pengawas perbatasan di terminal feri North Shields pada bulan Desember 2012.

    Petugas menemukan koin tersembunyi di bawah mesin cuci logam di dalam enam drum.

    Pengadilan Newcastle Crown mendengar bahwa koin-koin itu dibuat secara ilegal di European Central Mint di Westpoort, Amsterdam.

    Magill, 55 tahun, dari Newry di Irlandia Utara, menerima hukuman 50 bulan pada hari Jumat setelah dinyatakan bersalah bersekongkol untuk mengimpor mata uang palsu.

    Turbull, dari Haltwhistle di Northumberland, diberikan vonis 20 bulan setelah uji coba terpisah pada 2015.

    Koin-koin itu diangkut dalam drum.[Sky News]

    European Central Mint digerebek dan ditutup oleh otoritas Belanda pada November 2013 dan dua pria dihukum di sana sehubungan dengan kejahatan pemalsuan uang.

    Mark Spoors, dari National Crime Agency, mengatakan kasus ini adalah penyelidikan yang panjang dan kompleks.

    "Koin-koin itu diperuntukkan bagi kantong-kantong Warga Inggris yang tidak akan curiga terhadap koin," katanya.

    "Tidak ada keraguan dalam pikiran saya bahwa Magill memainkan peran penting dalam impor ini, dialah yang berhubungan dengan produsen koin di Belanda, dan Turnbull bekerja atas namanya untuk membawa mereka," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?