Pasangan Singapura Donasi Makan Siang untuk Jompo Selama 8 Tahun

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sepasang suami istri di Singapura membagikan makan siang gratis untuk jompo di area Bedok. Asia One

    Sepasang suami istri di Singapura membagikan makan siang gratis untuk jompo di area Bedok. Asia One

    TEMPO.CO, Singapura - Sepasang suami istri di Singapura membagikan makan siang untuk penghuni jompo di daerah apartmen di daerah Bedok selama delapan tahun terakhir.

    “Makan siang itu tidak hanya mengisi perut para penghuni yang sudah jompo tapi juga menghangatkan hati mereka,” begitu dilansir Asia One pada Jumat, 13 Desember 2019.

    Salah satu yang merasa terbantu oleh kebaikan pasangan Singapura ini adalah seorang janda berusia 82 tahun. Janda ini merasa kesepian setelah ditinggal meninggal oleh suaminya. Dia tinggal sendiri di rumahnya dan sempat mengalami depresi.

    Kabar ini sampai ke perempuan ini, yang memutuskan bergabung dan ikut menikmati santapan siang bersama.

    “Saya sudah kenal mereka selama lima tahun dan senang rasanya ada teman bicara,” kata perempuan yang enggan disebutkan namanya itu.

    Pasangan yang membagikan makan siang gratis ini adalah pasangan suami istri yang sebenarnya telah pensiun. Istrinya berusia 69 tahun dan sempat mengalami kecelakaan sepeda sehingga terluka.

    Dia memutuskan untuk membantu para orang tua di sekitar rumahnya yang terbilang miskin dan kurang terawat.

    Sang suami, yang juga enggan disebut namnya, mengatakan harus bekerja lagi sebagai petugas keamanan untuk bisa mendapatkan pemasukan untuk membayar biaya makan siang ini. Padahal, dia sebenarnya telah pensiun.

    “Sekitar 50 orang berkumpul setiap siang di blok perumahan itu untuk bersantap bersama. Sebagian membawa makanan ke rumah untuk santap malam,” begitu dilansir Asia One.

    Upaya kemanusiaan dari pasangan ini memicu munculnya donatur, yang mengirim beras dan lauk tambahan seperti ikan sardin selama lima tahun terakhir di Singapura.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.