Kisah Altet Lari di Filipina, Bertanding Tanpa Sepatu

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rhea Bullos, 11 tahun, atlit lari dari Filipina, memenangkan tiga mendali emas dalam kondisi lari tanpa alas kaki. Sumber: Facebook/Predirick Valenzuela/asiaone.com

    Rhea Bullos, 11 tahun, atlit lari dari Filipina, memenangkan tiga mendali emas dalam kondisi lari tanpa alas kaki. Sumber: Facebook/Predirick Valenzuela/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi beberapa atlet, merek produk olahraga mungkin diperhitungkan saat dikaitkan dengan kinerja saat bertanding. Namun lain halnya bagi Rhea Bullos, 11 tahun, atlet lari dari Filipina.

    Dikutip dari asiaone.com, Bullos yang masih berstatus pelajar itu pada pekan ini sudah mengantongi tiga medali emas dalam sebuah pertandingan atletik tanpa menggunakan sepatu alias nyeker. Untuk melindungi kakinya, Bullos membungkus kakinya dengan lakban khusus kulit dan menuliskan kata ‘Nike’ seakan memberikan logo pada ‘sepatu’ buatannya itu.  

    Bullos yang berlari telanjang kaki, tidak sendirian. Dalam satu tim larinya, ada beberapa atlet yang juga lari tanpa alas sepatu karena hanya ada dua sepasang sepatu lari yang tim itu punya. Mereka lalu membuat ‘sepatu’ lari sendiri. Pertandingan lari itu dilakukan di Provinsi Iloilo, Filipina.  

    Pelatih lari, Predirick Valenzuela, mengatakan Bullos telah memperlihatkan bakatnya yang alami setelah berlatih atletik hanya sebulan. Sepasang sepatu lari buatnya mungkin akan membuat perbedaan besar di masa depan.   

    “Memenangkan tiga medali emad dalam sebuah kompetisi seperti ini (tak beralas kaki) sungguh sulit, namun dia bisa melakukannya. Ini adalah mimpi setiap atlet memakai sepatu yang sepatutnya, tidak harus Nike namun sepatu yang membuat mereka mampu berlari dalam pertandingan,” kata Valenzuela.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.