Mahathir Mohamad Isyaratkan Tetap Berkuasa Melampaui Tahun 2020

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Sumber: EPA-EFE/straitstimes.com

    Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad. Sumber: EPA-EFE/straitstimes.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan pada Sabtu bahwa ia mungkin tetap berkuasa setelah tahun 2020, hanya empat hari setelah ia berjanji untuk memberi kekuasaan untuk Anwar Ibrahim.

    Hal ini diungkapkan Mahathir ketika ditanya di Forum Doha di Qatar apakah ia akan mundur pada tahun 2020, seperti dikutip dari Reuters, 14 Desember 2019.

    Perdana menteri tertua di dunia tersebut mengatakan ia ingin memperbaiki masalah yang menurutnya telah ditinggalkan oleh pemerintah sebelumnya sebelum mengundurkan diri.

    "Saya berjanji akan mengundurkan diri setelah saya menyelesaikan beberapa masalah utama yang telah ditinggalkan oleh pemerintah sebelumnya. Saya berjanji akan mundur dan memberikan kepemimpinan kepada seorang kandidat yang disebutkan oleh koalisi," katanya.

    Namun Mahathir, yang berusia 94 tahun, tidak mengatakan kapan dia berniat menanggalkan kursi perdana menteri.

    Mantan Deputi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim menemui Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad setelah ia bebas dari hukuman, di National Palace, Kuala Lumpur, Malaysia, 16 Mei 2018. Department of Information/Krish Balakrishnan/Handout via REUTERS

    Sebelumnya pada Selasa, ia berjanji untuk menyerahkan kekuasaan kepada Anwar, terlepas dari tuduhan pelecehan seksual baru terhadapnya. Mahathir mengatakan bahwa ia siap untuk melakukan itu setelah pertemuan puncak negara-negara Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di mana Malaysia akan menjadi tuan rumah pada November 2020.

    Ditanya apakah Anwar adalah orang terbaik untuk menggantikannya sebagai perdana menteri dan apakah dia akan mendukungnya, Mahathir mengatakan dia tidak dapat menjamin siapa yang akan menjadi orang terbaik karena pengalaman buruk masa lalu.

    "Saya telah menunjuk penerus saya dan kemudian mereka mengambil alih dan melakukan berbagai hal," katanya.

    Mahathir Mohamad secara tak terduga terpilih pada tahun 2018 sebagai kepala pemerintahan koalisi yang partai terbesarnya dipimpin oleh Anwar Ibrahim, 72 tahun, yang telah dipenjara dua kali dengan dakwaan sodomi dan korupsi, tuduhan yang menurut Anwar bersifat politis.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?