Ibu Kota Kansas Beri Rp 210 Juta untuk Penduduk Baru

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Topeka, ibu kota negara bagian Kansas, Amerika Serikat.[TIME]

    Kota Topeka, ibu kota negara bagian Kansas, Amerika Serikat.[TIME]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ibu kota negara bagian Kansas, Amerika Serikat, siap membayar US$ 15.000 atau sekitar Rp 210 juta bagi orang yang mau tinggal di sana.

    Ini adalah bagian dari program percontohan yang disebut "Choose Topeka" yang akan menyesuaikan anggaran perusahaan yang disiapkan untuk orang-orang yang pindah ke Topeka, tinggal dan bekerja di sana selama setahun, menurut pengumuman kelompok pengembangan ekonomi kota dan Shawnee County pada Kamis, dikutip dari CNN, 14 Desember 2019.

    Program ini akan membayar hingga US$ 10.000 (Rp 140 juta) untuk orang-orang yang menyewa tempat tinggal dan US$ 15.000 (Rp 210 juta) untuk mereka yang membeli atau merenovasi rumah, menurut rilis berita dari Greater Topeka Partnership.

    "Choose Topeka diciptakan dengan maksud berinvestasi pada karyawan untuk tinggal dan bekerja di Topeka & Shawnee County, sehingga kami dapat menumbuhkan 'masyarakat terencana,' salah satu pembangun dukungan untuk masyarakat," kata Barbara Stapleton, wakil presiden Business Retention dan Talent Initiatives untuk GO Topeka, sebuah organisasi dari Greater Topeka Partnership. GO Topeka dan Joint Economic Development Organization juga bekerjasama dalam program ini.

    Dana tersebut tersedia untuk 40 hingga 60 penduduk baru untuk program awal.

    Insentif berbasis kinerja hanya berlaku setahun setelah karyawan pindah dan dapat digunakan untuk semua jenis biaya terkait kepindahan.

    "Biaya pemindahan sendirian untuk memindahkan apartemen 1-2 kamar tidur dapat berkisar dari US$ 4.000 hingga US$ 7.000 (Rp 56-98 juta) dan untuk rumah dengan 3-4 kamar, berkisar dari US$ 10.000 hingga US$ 16.000 (Rp 140-224 juta), tergantung pada jarak dan lokasi," kata rilis.

    TIME melaporkan program penduduk baru ibu kota Kansas ini disahkan pada Rabu dan dimulai pada 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?