Tim Selandia Baru Evakuasi 6 Jasad Korban Gunung Berapi

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota penyelamat berada di Pulau Putih usai letusan gunung berapi Whakaari di Selandia Baru, 13 Desember 2019. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan enam korban tewas yang terjebak letusan gunung berapi di Pulau Putih. New Zealand Defence Force/Handout via REUTERS

    Sejumlah anggota penyelamat berada di Pulau Putih usai letusan gunung berapi Whakaari di Selandia Baru, 13 Desember 2019. Tim penyelamat berhasil menyelamatkan enam korban tewas yang terjebak letusan gunung berapi di Pulau Putih. New Zealand Defence Force/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim evakuasi dari militer Selandia Baru menemukan enam jasad korban letusan gunung berapi Pulau White pada Jumat, namun gagal menemukan dua mayat korban lainnya.

    Keenam mayat yang ditemukan diterbangkan ke kapal patroli yang ditambatkan di Teluk Plenty, HMNZS Wellington, dan diperkirakan akan diterbangkan kemudian ke Auckland untuk diidentifikasi secara resmi, menurut laporan New York Times, 13 Desember 2019.

    Tim evakuasi kembali dari Pulau White yang juga dikenal dengan nama Maori, Whakaari, tanpa dua korban lain yang diketahui telah tewas.

    Kolonel Rian McKinstry, yang merupakan bagian dari komando yang memimpin operasi hari Jumat, mengatakan tim di darat harus mengakhiri pencariannya karena persediaan udaranya berkurang. Namun para pejabat mengatakan pencarian akan dilanjutkan dari udara dan air, karena salah satu dari dua korban yang mayatnya tidak ditemukan diyakini telah tersapu ke teluk. Tim penyelam akan kembali melakukan pencarian dua jasad pada Sabtu.

    Misi evakuasi, yang dimulai saat fajar pada hari Jumat, datang setelah pihak berwenang Selandia Baru berulang kali menunda karena khawatir akan keselamatan tim. Gunung berapi telah melontarkan uap, dan kondisi di tanah masih berbahaya ketika pihak berwenang memutuskan Kamis malam untuk bergerak maju.

    Sejumlah anggota penyelamat mencari korban usai letusan gunung berapi Whakaari di Pulau Putih, Selandia Baru, 13 Desember 2019. Total ada 16 korban akibat letusan gunung berapi yang terjadi pada 9 Desember lalu. New Zealand Defence Force/Handout via REUTERS

    Ancaman bahaya gunung berapi terus berlanjut saat misi sedang berlangsung pada hari Jumat, tetapi Mike Clement, wakil komisaris polisi untuk operasi nasional, mengatakan kepada wartawan bahwa kondisinya membaik untuk memulai operasi.

    Pada hari Jumat, tim spesialis yang terdiri dari enam pria dan dua perempuan menghabiskan hingga empat jam di pulau itu, kata pihak berwenang, dikutip CNN. Tim pencarian harus mengenakan peralatan keselamatan tambahan, yang memperlambat proses pemulihan, kata juru bicara kepolisian.

    Badan pemantau gunung berapi Selandia Baru GeoNet mengatakan pada Jumat bahwa masih ada kemungkinan 50% hingga 60% dari letusan lain dalam 24 jam ke depan. Namun, pihak berwenang memutuskan itu cukup aman karena hanya ada 6% kemungkinan erupsi dalam periode tiga jam, kata kolonel Angkatan Pertahanan Selandia Baru Rian McKinstry.

    Penemuan enam jasad pada Jumat pagi menambah total korban tewas resmi dari letusan Senin menjadi setidaknya 15 orang.

    Hampir semua orang di pulau itu pada saat letusan terbunuh atau terluka, dan puluhan orang masih menjalani perawatan untuk luka bakar serius.

    Unit khusus luka bakar di Selandia Baru merawat 21 orang dan tujuh orang lainnya telah diterbangkan ke Australia untuk perawatan, kata pejabat kesehatan Kamis. Selandia Baru telah memesan 120 meter persegi kulit untuk merawat pasien yang terluka dalam letusan itu, kata pihak berwenang Rabu.

    Pulau White, sekitar 48 kilometer dari Pulau Utara Selandia Baru, telah menjadi tujuan wisata populer dalam beberapa tahun terakhir, menerima lebih dari 10.000 pengunjung setiap tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.