Geger Ayah di India Menjual Anak ke Pedofil

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa di India memprotes tinggi tindak kekerasan seksual pada perempuan. Sumber: AFP via Getty Images/mirror.co.uk

    Unjuk rasa di India memprotes tinggi tindak kekerasan seksual pada perempuan. Sumber: AFP via Getty Images/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang ayah di India menyewakan putrinya, 12 tahun, pada sekitar 30 pedofil. Kasus ini kekerasan seksual ini kembali mengguncang India.    

    Dikutip dari mirror.co.uk, kasus ini terbongkar ketika seorang pekerja seks mengambil foto anak itu setelah ayahnya menjual anaknya kepadanya demi uang.

    Identitas anak itu tidak dipublikasi karena alasan hukum. Dia berasal dari wilayah selatan India yang mengalami perkosaan berantai setiap akhir pekan selama dua tahun. Dia mungkin telah melayani lebih dari 30 laki-laki.

    Unjuk rasa memprotes tingginya kasus kekerasan seksual di India. Sumber: AFP via Getty Images/mirror.co.uk 

    Kasus mengerikan ini mengguncang India dimana otoritas India telah didesak agar melakukan lebih banyak perlindungan para mereka yang rentan dari serangan seksual. 

    Ayah korban, yang juga identitasnya tidak dipublikasi, biasanya menelepon laki-laki dan menyusun waktu ‘pesan’ bagi putrinya. Ketika pedofil itu datang ke rumah mereka, ibu korban akan diantar ke ruang lain oleh ayah korban, sedangkan putrinya dikunci dalam kamar dimana orang-orang pedophil itu memerkosa dan memfotonya.   

    Otoritas mengatakan empat laki-laki, termasuk ayah korban sudah ditahan dan didakwa dengan tuduhan perkosaan, kekerasan seksual dan menggunakan anak untuk tujuan pornografi. Anak itu pun dipuji karena dia memutuskan buka suara atas penderitaan yang dialaminya selama dua tahun.    

    Peristiwa ini awalnya terjadi ketika teman-teman ayah korban mabuk lalu menggoda korban di depan orang tuanya, yang tampaknya tidak peduli.

    Kejadian ini telah membuat korban sangat trauma mengingat orang yang melakukan hal ini padanya memiliki hubungan darah. Dia saat ini tidak bisa lagi mengingat wajah-wajah pedofil yang pernah melakukan kekerasan seksual padanya.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.