Tak Sesuai Rencana, Laurent Simons Bocah Jenuis Berhenti Kuliah

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laurent Simons, 9 tahun, anak jenius dari Amsterdam, Belanda. Sumber: Reuters/mirror.co.uk

    Laurent Simons, 9 tahun, anak jenius dari Amsterdam, Belanda. Sumber: Reuters/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, JakartaLaurent Simons, 9 tahun, anak jenius dari Amsterdam, Belanda, meninggalkan kuliah S1 dari Universitas Eindhoven, Belanda. Orang tua Laurent menarik putranya dari kampus karena tanggal kelulusan putranya dari S1 mundur dari jadwal.

    Dikutip dari mirror.co.uk, Laurent sebelumnya di gadang-gadang bakal menjadi lulusan sarjana termuda di dunia. Namun target itu kini tinggal kenangan ketika orang tua Laurent mendapat kabar putranya kemungkinan belum bisa dinyatakan lulus S1 sebelum usianya 10 tahun.

    Laurent Simons, 9 tahun, anak jenius dari Amsterdam, Belanda. Sumber: Reuters/mirror.co.uk

    Laurent seharusnya merampungkan pendidikan S1 dalam tempo 10 bulan. Dengan begitu, dia bisa memenuhi target menyelesaikan pendidikan sebelum ulang tahunnya pada 26 Desember. Akan tetapi pada Senin, 9 Desember 2019, pihak universitas mengabari Laurent dan orang tuanya bahwa rencana itu tampaknya tidak mungkin terlaksana karena masih ada sejumlah ujian yang harus diselesaikan Laurent.      

    Orang tua Laurent yang kecewa, akhirnya memutuskan untuk menarik putranya yang jenius itu dari Universitas Eindhoven, Belanda, dan mengakhiri kuliahnya disana.   

    Laurent memiliki IQ 145. Dia membuat geger dan menjadi pemberitaan media hampir seluruh dunia pada November 2019  karena diproyeksi sebelum akhir tahun akan merampungkan pendidikan S1 jurusan teknik elektro Universitas Teknologi Eindoven. 

    “Laurent adalah anak yang berbakat yang menjalani proses belajarnya dalam kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Universitas Eindoven, dalam pernyataan. 

    Setelah rencana awal yang nampak tidak mungkin terkejar, pihak universitas menawarkan sebuah skema kuliah cepat, dimana Laurent bisa merampungkan pendidikannya pada pertengahan 2020. Namun orang tua Laurent tidak menerima tawaran itu dan malah memutuskan mengakhiri kuliah putranya di kampus tersebut. 

    “Sampai akhir pekan lalu, semuanya baik-baik saja. Namun sekarang tiba-tiba mereka melihat akan ada keterlambatan sampai enam bulan,” kata Alexander Simons, ayah Laurent. 

    Menurut Alexander, mereka merasa pihak universitas mulai bereaksi ketika mereka menyampaikan rencana memindahkan kuliah PhD Laurent ke universitas lain. Banyak universitas yang ingin menjadi tempat belajar Laurent karena dia ‘projek’ yang unik, dimana semua orang ingin ambil bagian. 

    Saat ini rekor manusia termuda yang mendapatkan gelar S1 bernama Michael Kearney dari Amerika Serikat. Pada 1994, sosok jenius itu mencatatkan diri dalam rekor dunia atau Guinness Book of World Records menyelesaikan kuliah S1 pada usia 10 tahun 4 bulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.