Robot Keamanan Jaga Stasiun MRT di Singapura

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas keamanan terbaru Singapura di atas roda, dua penjaga robot berteknologi tinggi. Asiaone.com

    Petugas keamanan terbaru Singapura di atas roda, dua penjaga robot berteknologi tinggi. Asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pengguna transportasi kereta api di Singapura mendapat layanan baru dari pemerintah berupa petugas robot.

    Pengguna kereta api di stasiun Ang Mo Kio MRT disambut oleh petugas keamanan berbentuk dua robot canggih. Robot ini bisa bergerak karena memiliki roda di bagian bawahnya.

    Kedua robot ini diberi nama OB1FORC3 dan K3NOBI memiliki sejumlah fitur canggih seperti kamera pengawasan cerdas, sensor dan kemampuan analisis video.

    “Robot ini dikembangkan oleh perusahaan keamanan Oneberry Technologies,” begitu dilansir Asia One pada Selasa, 10 Desember 2019.

    Proyek ini digagas oleh Otoritas Transportasi Darat dan pengelola MRT. Robot keamanan ini ditempatkan di ruang publik untuk menjaga keamanan.

    Robot ini bergerak di sekitar stasiun Ang Mo Kio MRT untuk memantau orang-orang yang berperilaku mencurigakan. Robot ini juga bisa mendeteksi jika ada barang yang tertinggal di sekitar lokasi stasiun.

    Selain itu, petugas di MRT juga melatih para calon penumpang agar mengikuti proses pengecekan keamanan. Warga diminta berjalan melewati alat deteksi logam dan memasukkan barang bawaannya ke mesin X-ray untuk pengecekan bagasi.

    Sebelum ini, ada sepuluh robot K3NOBI melakukan tugas saat Konferensi Dunia Interpol pada Juli 2019.

    Selain di stasiun, robot-robot canggih ini juga telah dilatih untuk beroperasi di berbagai lokasi lainnya. Salah satu robot memiliki tinggi 1.6 meter dan memiliki tujuh kamera untuk mengawasi sekitar di stasiun MRT Hougang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.