Cina Mau Larang Teknologi Asing di Seluruh Kantor Pemerintahan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean di luar toko Apple ketika iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max mulai dijual di Hangzhou, Cina, 20 September 2019. REUTERS / Stringer

    Antrean di luar toko Apple ketika iPhone 11, iPhone 11 Pro, dan iPhone 11 Pro Max mulai dijual di Hangzhou, Cina, 20 September 2019. REUTERS / Stringer

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina berencana melarang teknologi asing mulai dari perangkat lunak sampai perangkat keras di seluruh kantor pemerintahan dan institusi publik.

    Beijing telah memerintahkan agar semua perangkat keras dan lunak dihapus dalam waktu tiga tahun, menurut sebuah laporan oleh Financial Times, dikutip dari CNN, 10 Desember 2019. Perintah ini mengutip perusahaan China Securities yang memperkirakan bahwa sebanyak 30 juta perangkat keras akan perlu diganti sebagai konsekuensi.

    Kementerian Luar Negeri Cina dan Kantor Informasi Dewan Negara tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan ini.

    Berita ini datang selama ketegangan hubungan AS-Cina. Kedua raksasa ekonomi telah terlibat dalam perang dagang selama hampir dua tahun, dan berupaya bersaing dalam pertempuran yang lebih besar tentang siapa yang akan mengendalikan teknologi masa depan.

    Gelombang berikutnya dari tarif AS untuk barang-barang Cina akan mulai berlaku pada hari Minggu kecuali jika pejabat dapat menengahi kesepakatan perdagangan awal minggu ini.

    Amerika Serikat tahun ini memberikan pukulan berat kepada raksasa teknologi Cina seperti Huawei, memutuskan akses mereka ke pemasok penting Amerika. Washington beralasan Huawei memicu kekhawatiran keamanan nasional, tuduhan yang disangkal Huawei dan perusahaan Cina lainnya.

    Pendiri Huawei Technologies, Ren Zhengfei (kanan) dan Presiden Cina, Xi Jinping, (kiri). Reuters

    Cina telah menetapkan ambisi luas untuk menjadi juara teknologi global hanya dalam beberapa tahun, kebijakan yang dikenal sebagai Made in China 2025. Perselisihan dengan Amerika Serikat mungkin telah mempercepat jadwal Beijing untuk melepas ketergantungan negara dari teknologi AS, dan menjadi lebih mandiri.

    Mengganti perangkat keras akan cukup sulit, tetapi mengganti perangkat lunak Microsoft atau Apple pada skala seperti itu bisa menjadi tantangan yang lebih besar mengingat industri perangkat lunak Cina relatif tidak berkembang. Huawei mencari tahu bagaimana sulitnya hidup tanpa akses ke layanan Google untuk smartphone.

    Beberapa pengguna media sosial Cina mengatakan pembuat perangkat keras Cina Lenovo, yang sudah menjadi pemasok utama bagi pemerintah, dapat mengambil manfaat dari inisiatif larangan teknologi asing. Yang lain mengeluh tentang kekurangan perangkat keras dan perangkat lunak alternatif Cina dibanding perangkat lunak dan keras buatan AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?