Komite DPR AS Sebut Juri Bisa Vonis Donald Trump dalam 3 Menit

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump memegang catatan tentang kesaksian Duta Besar Gordon Sondland ketika ia meninggalkan Gedung Putih pada 20 November 2019.[NBC News]

    Presiden Donald Trump memegang catatan tentang kesaksian Duta Besar Gordon Sondland ketika ia meninggalkan Gedung Putih pada 20 November 2019.[NBC News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Komite Kehakiman DPR AS Jerry Nadler mengatakan pada Ahad bahwa juri bisa memvonis Donald Trump bersalah dalam sidang pemakzulan mendatang.

    Nadler mengatakan dia yakin akan kasus penyelidikan Demokrat yang solid, mengungkapkan optimisme tentang masalah ini ketika partai semakin dekat dengan penyusunan dakwaan pemakzulan.

    "Ada banyak bukti langsung," kata Nadler, dikutip dari CNN, 9 Desember 2019.

    "Seorang presiden atau partisannya tidak layak mengatakan bahwa Anda tidak memiliki cukup bukti langsung ketika alasan kita tidak memiliki lebih banyak bukti adalah bahwa Presiden telah memerintahkan semua orang di cabang eksekutif untuk tidak bekerja sama dengan Kongres dalam penyelidikan pemakzulan," lanjut Nadler.

    Komentar hari Minggu dari Nadler, seorang Demokrat New York, datang sehari setelah komite itu merilis sebuah laporan yang menguraikan argumen historis untuk pemakzulan.

    Ketua Komite Kehakiman DPR Jerrold Nadler tiba di sidang Komite Kehakiman DPR yang berjudul "Pengawasan Laporan oleh Penasihat Khusus Robert S. Mueller III," di mana saksi mantan Penasihat Gedung Putih Donald McGahn dipanggil untuk memberi kesaksian di Capitol Hill di Washington, AS, 21 Mei 2019. [REUTERS / Jonathan Ernst]

    Laporan hari Sabtu tidak menuduh Trump melakukan pelanggaran yang dapat dimakzulkan, tetapi meletakkan dasar untuk sidang Senin di depan panel, di mana bukti terhadap Trump akan disajikan oleh Komite Intelijen dan Kehakiman DPR, serta kemungkinan pengantar pasal dakwaan tentang pemakzulan pekan depan.

    Nadler mengatakan keputusan tentang apa yang akan dimasukkan ke dalam pasal pemakzulan akan dibuat setelah sidang.

    "Apa tingkat bukti untuk berbagai tuduhan? Bagaimana mereka saling berhubungan? Apa tingkat dukungan dalam kaukus kita dan di DPR untuk mereka? Apa yang mungkin kita bujuk pada Senat. Semua hal ini harus menjadi pertimbangan," kata Nadler.

    Sebagai Demokrat mempertimbangkan termasuk bukti dari penyelidikan Mueller ke dalam pasal, perilaku Trump sebagaimana dirinci dalam laporan penasihat khusus setidaknya akan menjadi bagian dari diskusi pada Senin.

    Sumber-sumber demokrat mengatakan bahwa persidangan hari Senin akan menampilkan pola perilaku Trump yang menunjukkan perilaku yang tidak dapat diterima saat menjabat.

    Penasihat Komite Kehakiman DPR Barry Berke kemungkinan akan merinci pola perilaku Trump dalam pernyataan pembukaannya. Diskusi mungkin akan mencakup beberapa diskusi tentang rincian laporan Mueller, kata sumber.

    Ketua Komite Intelijen DPR Adam Schiff, yang memimpin penyelidikan pemakzulan bersama dengan Nadler, tidak mengatakan secara eksplisit apakah dia mendukung laporan Mueller dimasukkan dalam dakwaan pemakzulan Trump.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?