Pria Cina Selundupkan 1 Kg Emas ke Nepal Lewat Anus

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan menyusun koin emas yang disebut sebagai pohon Natal di rumah emas ProAurum di Munich, Jerman, 3 Desember 2018. Pohon Natal yang terbuat dari koin emas filharmonik Wina bernilai senilai 2.3 juta euro atau sekitar 370 miliar rupiah. REUTERS/Michael Dalder

    Karyawan menyusun koin emas yang disebut sebagai pohon Natal di rumah emas ProAurum di Munich, Jerman, 3 Desember 2018. Pohon Natal yang terbuat dari koin emas filharmonik Wina bernilai senilai 2.3 juta euro atau sekitar 370 miliar rupiah. REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Jakarta - Petugas keamanan bandara Kathmandu Nepal yang waspada berhasil menggagalkan seorang pria Cina yang hendak menyelundupkan emas 1 kilogram di dalam anus.

    Dikutip dari Gulfnews, 9 Desember 2019, personel keamanan di Bandara Internasional Tribhuvan (TIA) Kathmandu menangkap warga negara Cina bernama Sa Luitui, 22 tahun, pekan lalu setelah mesin sinar-X mendeteksi logam di tubuhnya selama pemeriksaan keamanan di jalan masuk melalui gerbang titik kedatangan. Dia telah mendarat dalam penerbangan Tibet Air dari Cina.

    Polisi curiga ada sesuatu yang salah dengan pria itu setelah ia terlihat bertingkah mencurigakan dan berjalan dengan cara yang aneh, lapor Himalayan Times.

    Saat ditanyai, pria Cina itu mengaku menyembunyikan emas di duburnya.

    Polisi, dengan bantuan dokter di Rumah Sakit KMC di Sinamangal, mengeluarkan barang selundupan yang ia letakkan di dalam kondom.

    Bandara telah melaporkan tiga kasus penyelundupan emas semacam itu sebelumnya.

    Pekan lalu, dua warga negara Cina lainnya ditangkap dengan delapan kilogram emas yang tidak diumumkan diselundupkan melalui bandara.

    Polisi mengatakan penyelundup mengubah modus operandi mereka untuk menyelundupkan emas melalui Bandara Internasional Tribhuvan.

    Menyembunyikan emas di anus, kotak baterai, laptop, bagasi, saringan udara kendaraan, truk kargo dan sol sepatu bagian dalam adalah beberapa cara yang diadopsi oleh penyelundup.

    Penyelundup juga membentuk emas menjadi perhiasan dan memakainya untuk mengakali pejabat keamanan.

    Sindikat penyelunp juga telah menggunakan pekerja migran Nepal yang kembali untuk menyelundupkan emas.

    Menurut statistik yang dirilis oleh Kepolisian Nepal, pihaknya menyita 108 kg emas pada tahun fiskal 2018-19 dibandingkan dengan 72 kg pada tahun fiskal sebelumnya.

    Para pejabat mengatakan mereka tidak dapat sepenuhnya mengendalikan penyelundupan emas karena kekurangan alat skrining dan detektor canggih di sepanjang perbatasan dan TIA.

    Sebagian besar emas yang diselundupkan memasuki Nepal melalui titik perbatasan TIA dan Tatopani dan Rasuwagadi-Kerung dari Tibet, Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?