FBI Menduga Penembakan Pensacola adalah Tindakan Terorisme

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Udara Kerajaan Saudi Letnan 2 Mohammed Saeed Alshamrani. [Military Times/Navy Times]

    Angkatan Udara Kerajaan Saudi Letnan 2 Mohammed Saeed Alshamrani. [Military Times/Navy Times]

    TEMPO.CO, Jakarta - FBI menduga penembakan di Pangkalan Udara Angkatan Laut AS Pensacola di Florida yang menewaskan tiga pelaut adalah tindakan terorisme. Ini diungkapkan agen khusus FBI yang memimpin penyelidikan pada Minggu.

    Mohammed Alshamrani, seorang letnan dua berusia 21 tahun di Royal Saudi Air Force dan seorang perwira penerbangan angkatan laut yang sedang belajar, melepaskan tembakan pada hari Jumat di sebuah gedung kelas, kata FBI. Alshamrani terbunuh setelah baku tembak dengan dua petugas, menurut laporan CNN, 9 Desember 2019.

    Motif Alshamrani dalam serangan di Pensacola belum diketahui. Penyelidik ingin informasi lebih lanjut tentang waktu Alshamrani di Arab Saudi sebelum dia kembali tahun ini, menurut seorang pejabat penegak hukum yang diberi pengarahan singkat tentang penyelidikan.

    Agen Khusus FBI yang bertanggung jawab, Rachel Rojas mengatakan para penyelidik bekerja dengan dugaan bahwa ini adalah tindakan terorisme, seperti yang mereka lakukan dalam kebanyakan kasus serupa. Ini memungkinkan agen untuk mengambil keuntungan dari teknik investigasi tertentu, katanya.

    "Anggota Gugus Tugas Terorisme Gabungan FBI dan Divisi Anti-Terorisme FBI bekerja tanpa lelah untuk mengetahui apakah ada ideologi yang mungkin menjadi faktor dalam serangan ini," katanya.

    Gerbang utama di Naval Air Station Pensacola terlihat di Navy Boulevard di Pensacola, Florida, AS 16 Maret 2016. Gambar diambil 16 Maret 2016. [US Navy / Patrick Nichols / Handout via REUTERS]

    Tidak ada ancaman yang dapat ditermukan terhadap masyarakat, kata Rojas. Ketika FBI masih menentukan apakah akan mengklasifikasikan penembakan Pensacola sebagai terorisme, penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien pada hari Minggu mengatakan itu tampaknya menjadi serangan teroris.

    Alshamrani tidak memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris, menurut dua sumber CNN. Dia telah berlatih di pangkalan Florida selama dua tahun, menurut juru bicara asisten menteri pertahanan.

    Namun, dikutip dari Reuters, menurut kelompok intelijen pemantau terorisme di daring SITE menyatakan, Alshamrani tampaknya telah mengunggah pembenaran atas rencana serangannya dalam bahasa Inggris di Twitter dengan akun @M&MD_SHAMRANI beberapa jam sebelum sersangan dimulai.

    Reuters belum memverifikasi keaslian akun @M&MD_SHAMRANI yang diblokir oleh Twitter pada hari Jumat.

    Alshamrani mengkritik perang AS di negara-negara Muslim, menulis bahwa dia membenci orang Amerika karena melakukan kejahatan tidak hanya terhadap umat Islam tetapi juga kemanusiaan, dan mengkritik dukungan Washington untuk Israel, kata analisis SITE. Pilot Arab Saudi itu juga mengutip Osama bin Laden, warga Arab Saudi yang menjadi dalang atas serangan terhadap Amerika Serikat pada 11 September 2001, menurut SITE.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?