Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Perempuan ini Selamat Setelah Jantungnya Berhenti 6 Jam

image-gnews
Audrey Schoeman dengan anggota tim medis yang menyelamatkan hidupnya setelah jantung Audreay berhenti akibat hipotermia.[The Times]
Audrey Schoeman dengan anggota tim medis yang menyelamatkan hidupnya setelah jantung Audreay berhenti akibat hipotermia.[The Times]
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Perempuan Inggris selamat setelah jantungnya berhenti selama enam jam karena hipotermia.

Audrey Schoeman, 34 tahun, terjebak dalam badai salju ketika mendaki gunung Pyrenees di Spanyol pada 3 November bersama suaminya, dikutip dari CNN, 8 Desember 2019.

Suaminya, Rohan, langsung memanggil layanan darurat ketika jantung Audrey berhenti berdetak, menurut pernyataan Vall d'Hebron Hospital di Barcelona.

"Saya pikir dia sudah meninggal," kata Rohan. "Saya berusaha merasakan detak jantung ... saya tidak bisa merasakan napasnya, saya tidak bisa merasakan detak jantung."

Schoeman dibawa ke Vall d'Hebron, di mana dokter Jordi Riera adalah bagian dari tim yang merawatnya.

Riera mengatakan bahwa otak manusia biasanya mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki jika jantung berhenti berdetak selama lima menit, dan Schoeman merupakan kasus yang sangat jarang terjadi.

"Apa yang terjadi padanya adalah konsekuensi dari penurunan suhu tubuh," kata Riera.

Audrey Schoeman bersama tim medis.[CNN]

Riera menjelaskan bahwa Schoeman selamat dengan hasil neurologis yang sempurna karena penurunan suhu tubuh yang ekstrem yang menghentikan jantungnya juga memperlambat metabolisme otaknya, memungkinkan organ untuk mengatasi lebih baik dengan kekurangan oksigen.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Suhu tubuh Schoeman turun hingga 18 derajat Celcius atau jauh lebih rendah dari normal 36,5 - 37,5 derajat Celsius. Tim rumah sakit menggunakan mesin oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) untuk menjaga dia hidup.

ECMO menggantikan fungsi jantung dan paru-paru, memungkinkan dokter untuk mengoksigenasi darah Schoeman dan memompanya ke seluruh tubuh.

Riera, yang merupakan direktur medis dari program ECMO di Vall d'Hebron, mengatakan tubuhnya perlahan-lahan menghangat dan mereka dapat jantungnya berdetak lagi setelah enam jam.

"Dia bangun dan bertanya: 'Apa yang aku lakukan di sini?'" Kata Riera.

Schoeman menderita sedikit kehilangan sensitivitas di tangannya, tetapi akan pulih sepenuhnya, kata Riera.

Dia akan kembali bekerja pada hari Senin, tambahnya, lebih dari sebulan setelah kejadian. "Sebagai seorang ilmuwan saya tidak suka kata itu tapi itu seperti keajaiban," kata Riera.

Schoeman mengucapkan terima kasih kepada tim medis dan mengatakan kepada TV3, televisi lokal Spanyol, bahwa dia ingin melanjutkan hidupnya seperti biasa.

"Ini seperti keajaiban kecuali saya pikir itu semua karena dokter," katanya setelah sadar jantungnya berhenti berdetak enam jam.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Spesialis Jantung Sarankan Tetap Olahraga meski Sibuk Bekerja

2 hari lalu

Ilustrasi wanita berjalan kaki. Freepik.com
Spesialis Jantung Sarankan Tetap Olahraga meski Sibuk Bekerja

Olahraga rutin tetap perlu dilakukan di tengah kesibukan bekerja untuk mencegah serangan jantung. Berikut saran dokter jantung.


Inilah Dampak Positif dan Negatif Olahraga Malam bagi Kesehatan Jantung

3 hari lalu

Ilustrasi perempuan olahraga di gym. Foto: Freepik.com/Jcomp
Inilah Dampak Positif dan Negatif Olahraga Malam bagi Kesehatan Jantung

Olahraga malam memiliki dampak positif dan negatif bagi jantung.


Penyebab Penyakit Arteri Perifer yang Bisa Berujung Amputasi Kaki

4 hari lalu

Ilustrasi dokter melakukan operasi jantung. Foto: Heartology Cardiovascular Hospital
Penyebab Penyakit Arteri Perifer yang Bisa Berujung Amputasi Kaki

Penyakit arteri perifer memang tak mengancam nyawa seperti penyakit jantung atau stroke yang harus ditangani segera tapi risikonya tak kalah berat.


Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

4 hari lalu

Ilustrasi Ring jantung. Vidio/Abott
Pakar Sebut Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Arteri Perifer pada Pemilik Kondisi Berikut

Pakar menjelaskan pemeriksaan pembuluh darah menggunakan ultrasonografi (USG) bisa membantu upaya untuk mendeteksi dini penyakit arteri perifer.


Inilah Orang yang Lebih Berisiko Terkena Henti Jantung

6 hari lalu

ilustrasi jantung (pixabay.com)
Inilah Orang yang Lebih Berisiko Terkena Henti Jantung

Henti jantung mendadak lebih berisiko terjadi pada orang-orang yang sudah memiliki gangguan jantung sebelumnya


2 Masalah di Tangan yang Mengindikasikan Masalah Jantung

7 hari lalu

Ilustrasi wanita memegang pergelangan tangan. Freepik.com
2 Masalah di Tangan yang Mengindikasikan Masalah Jantung

Di antara beberapa gejala masalah jantung yang perlu diperhatikan adalah pembengkakan jari dan tangan. Berikut penjelasannya.


Atlet Zhang Zhi Jie Meninggal Saat Bertanding, Dokter Ingatkan Masyarakat Rutin Skrining Jantung

10 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Atlet Zhang Zhi Jie Meninggal Saat Bertanding, Dokter Ingatkan Masyarakat Rutin Skrining Jantung

Kematian mendadak pada atlet muda bisa dicegah dengan rutin melakukan skrining kesehatan terutama pada masalah kelainan jantung.


Pentingnya Alat AED untuk Cegah Kematian Mendadak

10 hari lalu

Ilustrasi Serangan Jantung. thestar.com.my
Pentingnya Alat AED untuk Cegah Kematian Mendadak

Kasus kematian mendadak atlet bulutangkis asal China Zhang Zie Jie menjadi pelajaran bagi tenaga kesehatan tentang pentingnya alat AED


Deteksi Risiko Kelainan Jantung saat Olahraga dengan Cara Berikut

11 hari lalu

Ilustrasi pertolongan pertama orang yang terkena Serangan Jantung. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo. 20120403
Deteksi Risiko Kelainan Jantung saat Olahraga dengan Cara Berikut

Kelainan irama jantung ini tidak bisa diantisipasi tanpa pemeriksaan jantung sehingga sering terjadi kematian mendadak, bahkan pada atlet.


Belajar dari Kasus Zhang Zhi Jie, Dokter Ingatkan Kelainan Irama Jantung Tersembunyi saat Olahraga

11 hari lalu

Atlet bulu tangkis asal Cina, Zhang Zhi Jie, 17 tahun tak sadarkan diri saat laga BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Amongrogo, Yogyakarta Minggu 30 Juni 2024. Dok.istimewa
Belajar dari Kasus Zhang Zhi Jie, Dokter Ingatkan Kelainan Irama Jantung Tersembunyi saat Olahraga

Dokter menjelaskan saat melakukan aktivitas seperti olahraga perlu mewaspadai kelainan irama jantung tersembunyi, berkaca dari kasus Zhang Zhi Jie.