Kisah Ayah di Afganistan Perjuangkan Pendidikan 3 Anak Perempuan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mia Khan setiap hari mengantar dan menunggui ketiga putrinya ke sekolah dengan sepeda motor demi pendidikan anak-anaknya. Sumber: Reporterly

    Mia Khan setiap hari mengantar dan menunggui ketiga putrinya ke sekolah dengan sepeda motor demi pendidikan anak-anaknya. Sumber: Reporterly

    TEMPO.CO, Jakarta - Mia Khan, warga Sharana di Afganistan, menuai pujian di media sosial setelah diketahui setiap hari dengan mengendarai motor sejauh 12 kilometer mengantarkan 3 anak perempuannya ke sekolah dan menunggunya di luar gedung berjam-jam sampai sekolah selesai.

    Kisah ini diungkap ke publik oleh sebuah lembaga nirlaba Komite Swedish untuk Afganistan yang menceritakan kegiatan ini bagi Khan sudah menjadi hal rutin. Ketiga putri Khan bersekolah di Nooraniya, sebuah sekolah yang dikelola oleh lemabaga nirlaba itu. 

    Khan menjelaskan, pendidikan putrinya adalah hal yang penting baginya. Sebab tidak ada dokter perempuan di desanya.  

    “Saya buta huruf dan hidup dengan upah harian. Akan tetapi, pendidikan putri-putri saya sangat berharga. Tidak ada dokter perempuan di area tempat kami tinggal. Ini adalah keinginan terbesar saya untuk mendidik putri-putri saya setara dengan anak laki-laki saya,” kata Khan, seperti dikutip dari ndtv.com.

    Unggahan mengenai Khan dan putri-putrinya di Facebook, viral. Unggahan itu dihujani komentar positif dan pujian.

    Rozi, satu dari tiga putri Khan, mengatakan dia sangat gembira bisa sekolah. Rozi sekarang duduk dibangku kelas enam. Dia menceritakan ayahnya atau sesekali abangnya mengantar dia dan dua saudara perempuan lainnya naik motor ke sekolah, menunggui mereka sampai sekolah bubar.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?