Polisi India Tembak Mati Pelaku Perkosaan Berantai Dokter Hewan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga merubung lokasi baku tembak polisi dan empat terduga pelaku perkosaan terhadap seorang dokter hewan. Sumber: The World News Network

    Warga merubung lokasi baku tembak polisi dan empat terduga pelaku perkosaan terhadap seorang dokter hewan. Sumber: The World News Network

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Hyderabad, India pada Jumat, 6 Desember 2019, menembak mati empat laki-laki yang diduga pelaku perkosaan hingga tewas terhadap seorang dokter hewan, 27 tahun. Tindakan polisi ini disambut positif oleh keluarga korban dan memancing unjuk rasa ratusan orang yang menyoroti kekerasan seksual terhadap perempuan.

    “Sudah 10 hari sejak putri saya meninggal. Saya mengucapkan apresiasi yang tinggi pada kepolisian dan pemerintah atas hal ini. Jiwa putri saya mungkin sudah tenang sekarang,” kata ayah korban, yang namanya tidak dipublikasi.

    Warga merubung lokasi baku tembak polisi dan empat terduga pelaku perkosaan terhadap seorang dokter hewan. Sumber: Reuters Afrika

    Dikutip dari reuters.com, keempat terduga pelaku perkosaan terhadap dokter hewan itu sebenarnya sudah dalam penahanan polisi. Mereka terpaksa ditembak mati, dimana ketika dilakukan rekonstruksi dilokasi kejadian mereka mencoba mencuri senjata aparat kepolisian yang mengawasi. 

    Peristiwa perkosaan ini telah memicu gelombang unjuk rasa oleh ribuan masyarakat India di sejumlah kota. Kasus ini satu dari sejumlah kasus perkosaan yang mengerikan yang terjadi di India.

    Kepolisian mengatakan korban diculik, mengalami perkosaan dan dicekik. Tubuhnya lalu dibakar di bawah sebuah jembatan di kota Hyderabad.   

    “Sempat terjadi baku tembak dan keempat terduga pelaku tewas serta dua aparat kepolisian mengalami luka-luka,” kata Reddy, aparat kepolisian.    

    Para terduga pelaku perkosan berusia 20 tahun – 26 tahun. Mereka di bawa ke lokasi kejadian pada Jumat, 6 November 2019 sekitar pukul 6 pagi waktu setempat. Tidak dijelaskan berapa banyak polisi yang mengawasi jalannya rekonstruksi ini, termasuk apakah para pelaku di borgol seperti kasus pada umumnya.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?