Maskapai Selandia Baru Sajikan Gelas Kopi yang Bisa Dimakan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelas Twiice beraroma vanilla, anti bocor dan juga bisa berfungsi ganda sebagai mangkuk pencuci mulut.[Air New Zealand/Stuff.co.nz]

    Gelas Twiice beraroma vanilla, anti bocor dan juga bisa berfungsi ganda sebagai mangkuk pencuci mulut.[Air New Zealand/Stuff.co.nz]

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai Selandia Baru Air New Zealand mulai menyajikan gelas kopi yang bisa dimakan.

    Maskapai nasional Selandia Baru itu sedang bereksperimen dengan secangkir kopi baru yang dapat dimakan, untuk mengurangi limbah yang dihasilkan dari pesawat.

    Meskipun maskapai telah melakukan peralihan besar ke gelas biodegradable baik di pesawat maupun di lounge, mereka mulai mencari pilihan yang lebih ramah lingkungan.

    Untuk melakukan ini, maskapai ini berkolaborasi dengan Twiice, perusahaan berbasis di Selandia Baru, sebuah bisnis yang dikelola keluarga yang didedikasikan untuk membuat gelas nabati yang dapat dimakan, seperti dikutip dari CNN, 5 Desember 2019.

    Gelas kopi yang sekarang diluncurkan pada penerbangan Air New Zealand dengan rasa vanilla dan dapat menahan panas kopi tanpa meleleh.

    Manajer pelayanan pelanggan Air New Zealand, Niki Chave, mengatakan bahwa maskapai ini melayani 8 juta gelas kopi di dalam pesawat setiap tahunnya. Dan sejauh ini, pelanggan yang telah mencicipi gelas Twiice telah memberikan respons positif soal rasa.

    Setiap gelas Twiice memiliki bentuk dan ukuran yang sedikit berbeda karena konstruksinya yang unik.[Air New Zealand/CNN]

    Ini bukan satu-satunya langkah yang dibuat Air New Zealand untuk menjadi lebih ramah lingkungan di angkasa. Pada Juli 2019 maskapai mengumumkan bahwa bumbu seperti saus salad dan kecap akan disajikan dalam mangkuk kecil yang dapat digunakan kembali dibanding menyajikan dengan wadah plastik.

    Sementara gelas Twiice saat ini merupakan kemitraan satu kali antara kedua perusahaan, mungkin ada peluang lebih besar bagi mereka untuk bekerja sama di masa depan.

    Jamie Cashmore, salah satu pendiri Twiice, mengatakan bahwa perusahaan tersebut sedang mengerjakan lini baru yang diperluas dari piring dan hidangan yang dapat dimakan, yang juga dapat bekerja untuk Air New Zealand begitu mereka dapat diproduksi dalam skala besar, untuk lebih ramah lingkungan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.