Walau Penuh Ketegangan, 70 Tahun KTT NATO Sukses

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemimpin NATO dalam pertemuan ulang tahun ke-70 berkomitmen akan melawan ancaman Rusia dan mempersiapkan kebangkitan Cina. Sumber: Egypt Today

    Para pemimpin NATO dalam pertemuan ulang tahun ke-70 berkomitmen akan melawan ancaman Rusia dan mempersiapkan kebangkitan Cina. Sumber: Egypt Today

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pemimpin negara anggota NATO pada Rabu, 4 Desember 2019, berkomitmen akan bersama-sama mengatasi ancaman Rusia dan bersiap menghadapi kebangkitan Cina. Hal itu disampaikan pada peringatan 70 tahun KTT NATO di Inggris. 

    Dalam deklarasi bersama KTT NATO, ke-29 pemimpin negara-negara anggota NATO mengatakan tindakan agresif dari Rusia adalah sebuah ancaman terhadap keamanan Euro-Atlantik. Terorisme dalam bentuk apapun masih menjadi ancaman bagi seluruh negara anggota NATO.  

    Dari kiri ke kanan: PM Belanda Mark Rutte, PM Kanada Justin Trudeau, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Inggris Boris Johnson, tertangkap kamera sedang bergosip tentang Donald Trump selama peringatan 70 tahun NATO di Inggris, 3 Desember 2019.[nbc29.com]

    Dikutip dari reuters.com, KTT NATO 2019 itu berjalan sukses, kendati Presiden Turki Tayyip Erdogan mundur dari ancaman untuk memblokir rencana mempertahankan Eropa utara dan timur kecuali sekutu menyatakan pejuang Kurdi di Suriah sebagai teroris. 

    Pertemuan KTT NATO dimulai dan diakhiri dengan ketegangan, dimana Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron jahat dan mengatakan Perdana Menteri Kanada bermuka dua karena diduga mengolok-oloknya. Hal ini terdengar karena mikrophone-nya ternyata masih menyala sehingga ucapannya terdengar. 

    “Kami telah bisa mengatasi segala perbedaan pendapat dan terus menjalankan tugas-tugas utama kami untuk melindungi dan saling menguatkan,” kata Sekjen NATO, Jens Stoltenberg.          

    KTT NATO pada 2019 berjalan agak alot karena Presiden Erdogan melancarkan serangan ke Suriah dan Rusia mengirimkan sejumlah rudal ke Turki yang ditentang oleh sekutu-sekutu Turki. Sedangkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada akhir bulan lalu dalam sebuah wawancara menyebut strategi Turki seperti otak mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?