Protes Kontrak Kerja, Pria Jepang Telepon Perusahaan 24.000 Kali

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akitoshi Okamoto, 71 tahun, ditahan  minggu lalu setelah ia menelepon 24.000 kali untuk memprotes pelanggaran kontrak kerjanya.[Daily Mail

    Akitoshi Okamoto, 71 tahun, ditahan minggu lalu setelah ia menelepon 24.000 kali untuk memprotes pelanggaran kontrak kerjanya.[Daily Mail

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria Jepang ditangkap karena menelepon perusahaan 24.000 kali untuk memprotes pelanggaran soal kontrak kerjanya.

    Akitoshi Okamoto, 71 tahun, ditahan pekan lalu karena membanjiri departemen layanan pelanggan KDDI Corporation dengan panggilan telepon bebas pulsa selama periode delapan hari, dikutip dari Fox News, 4 Desember 2019.

    "Dia menuntut staf KDDI datang untuk meminta maaf karena melanggar kontraknya," kata seorang juru bicara kepolisian. "Dia juga berulang kali menutup teleponnya segera setelah panggilannya dijawab."

    Okamoto juga diduga menelepon saluran layanan pelanggan dari telepon umum.

    Dia ditangkap karena diduga sengaja mengganggu bisnis perusahaan, menurut penyidik.

    Menurut Daily Mail, Okamoto adalah pensiunan KDDI. Dia menggunakan panggilan ke nomor 411 ke layanan pelanggan KDDI untuk memprotes pelanggaran kontrak kerjanya.

    Pensiunan Jepang tersebut dilaporkan melakukan panggilan telepon ke perusahaan telekomunikasi itu rata-rata 33 kali sehari.

    Jepang sedang dilanda peningkatan jumlah masalah sosial yang disebabkan oleh populasi bangsa yang menua dengan cepat.

    Pengemudi tua sering menyebabkan kecelakaan mobil yang fatal, dan operator kereta api Jepang telah melaporkan lonjakan kekerasan penumpang terhadap staf mereka dari pelanggan lansia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.