Geger Anjing Baru Melahirkan Ditembak Pemburu di Spanyol

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anjing militer. Sumber: dailynews-india.com

    Ilustrasi anjing militer. Sumber: dailynews-india.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pemburu di Lugo, Galicia, utara Spanyol memancing kemarahan publik atas perbuatan jahatnya pada seekor anjing liar yang baru melahirkan. Anjing itu di tembak dan tubuhnya diseret dengan seikat tali di lehernya. 

    Tindakan pemburu saat melakukan kejahatan pada anjing itu terekam kamera saat seorang sopir yang mendengar suara bising memutuskan untuk merekam kejadian mengerikan itu. Rekaman video itu lalu dibagikan ke organisasi hak-hak hewan Mundo Vivo. Video memperlihatkan pemburu itu menyeret anjing yang terluka ke sebuah terowongan sebelum akhirnya membiarkannya begitu saja di tanah.      

    Anjing itu persis ditembak setelah dia melahirkan enam ekor anak. Laki-laki itu juga dilaporkan melakukan pemukulan pada hewan malang itu sebelum menembaknya. Tidak ada penjelasan alasan pemburu itu melakukan tindakan kejahatan seperti itu. 

    Keenam ekor anak anjing malang itu, dibawa ke sebuah rumah sakit pusat perlindungan hewan. Anak-anak anjing itu berusia 15 hari. Juru bicara organisasi lingkungan Libera, Ruben Perez, mengatakan pemburu itu menyadari tindakan yang dilakukannya. 

    Mundo Vivo saat ini telah mengambil jalur hukum untuk melawan pemburu yang identitasnya tidak dipublikasi. Pelaku terancam hukuman penjara 18 bulan. Anjing yang ditembak itu masih dalam kondisi hidup, namun kondisinya amat parah. 

    “Anjing itu masih diobati. Ada sebuah kerusakan di kepalanya. Semoga anjing itu bisa lekas pulih. Kejahatan ini dilakukan hanya karena anjing itu melahirkan,” kata Juru bicara Mundo Vivo. 

    Mundo vivo berharap pemburu yang menyiksa anjing itu bisa diadili. Para pelaku kejahatan pada hewan juga dinilai pantas mendapat hukuman mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.