Debat Soal Hong Kong, Jurnalis Cina Tampar Aktivis Inggris

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Reporter CCTV yang berbasis di Inggris, Kong Linlin.[Hong Kong Free Press]

    Reporter CCTV yang berbasis di Inggris, Kong Linlin.[Hong Kong Free Press]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang jurnalis televisi pemerintah Cina CCTV pada hari Jumat dihukum karena menampar seorang aktivis Partai Konservatif Inggris selama debat mengenai Hong Kong.

    Kong Linlin, 49 tahun, seorang reporter CCTV yang berbasis di Inggris, dijatuhi hukuman percobaan karena menyerang Enoch Lieu pada pertemuan terbatas di konferensi tahunan Konservatif di Birmingham, Inggris tengah, pada September 2018, seperti dilaporkan South China Morning Post, 1 Desember 2019.

    Dalam video yang dibagikan Hong Kpong Free Press, Kong terlihat memarahi aktivis dan berusaha dipisahkan oleh orang-orang sekitarnya.

    Dia meneriaki aktivis hak asasi manusia di panel bahwa mereka berusaha memisahkan Cina dan ketika Lieu memintanya pergi, dia menamparnya, menurut paparan pengadilan.

    "Pada saat itulah sang terdakwa kehilangan profesionalismenya sebagai seorang jurnalis dan malah menjadi pencela yang vokal," kata hakim Shamim Qureshi.

    Di Twitter Kong menulis, "Itu mengingatkan saya pada banyak kenangan buruk ketika saya dibungkam, diserang, dan dipenjara di Birmingham # CPC18 tahun lalu". Kong mengutip akun Twitter Komite Luar Negeri Parlemen Inggris. 

    Hakim Qureshi memberi Kong pembebasan bersyarat 12 bulan, yang berarti dia tidak akan dipenjara kecuali pelanggaran lebih lanjut dilakukan dalam periode itu.

    Sang jurnalis juga memerintahkannya untuk membayar kompensasi kepada korban dengan total US$ 2.740 atau Rp 39 juta, namun jurnalis Cina tersebut akan mengajukan banding.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.