Perdana Menteri Malta Berencana Mundur Dipicu Pembunuhan Jurnalis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Daphne Caruana Galizia, jurnalis investivigasi Malta. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

    Daphne Caruana Galizia, jurnalis investivigasi Malta. REUTERS/Darrin Zammit Lupi

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat dilaporkan berencana untuk mundur dari jabatannya sehubungan krisis politik dan hukum yang dipicu pembunuhan jurnalis perempuan Daphne Caruana Galizia.

    Juru bicara Muscat tidak membantah dan maupun mengiyakan rencana Perdana Menteri Muscat mundur. Namun, partai Buruh yang mendukung Muscat membatalkan jadwal acaranya untuk hari Minggu ini di mana Muscat akan berpidato, seperti dilaporkan Reuters, 29 November 2019.

    Daphne Caruana Galizia merupakan jurnalis yang menyelidiki korupsi orang di lingkaran terdekat Muscat. Ia kemudian tewas diterjang mobil mobil pada 16 Oktober 2017.

    Keluarga Caruana Galizia menuntut Muscat mundur dari jabatannya setelah salah satu orang yang jadi sorotan investigasi jurnalis itu, Keith Schembri dibebaskan Jumat dini hari.

    "Pengkhianatan terhadap keadilan ini mempermalukan negara kami, mencabik-cabik masyarakat kami, dan merendahkan kami. Ini tidak dapat diteruskan lagi," kata keluarga korban dalam pernyataan.

    Polisi beralasan tidak menemukan kesalahan pada Schembri, sehingga dia dilepaskan dari tahanan.

    Sebelumnya Schembri telah mundur dari jabatan kepala staf Muschat dan ditahan untuk menjalani pemeriksaan pekan ini.

    Presiden Muschat pernah menyatakan tidak akan mundur dari jabatannya.

    "Saya tidak akan melepaskan tanggung jawab saya. Malta membutuhkan kepemimpinan yang stabil dan saya akan terus mengambil keputusan untuk kepentingan negara dan tidak akan melindungi siapapun," kata Muschat.

    Anggota parlemen Eropa, Roberta Metsola merepons pernyataan Muschat dengan menuliskannya di Twitter.

    "Andaikan #DaphneCaruanaGalizia hidup melihat bahkan setelah mereka membunuhnya, dia membawa para kriminal ke dalam aib."

    Sudah tiga orang menunggu sidang tentang peledakan bom yang membunuh Caruana Galizia, namun aparat berwenang gagal menelusuri otak dari pembunuhan jurnalis perempuan ini.

    Kasus pembunuhanCaruana Galizia bergerak cepat dalam beberapa pekan terakhir sejak seorang perantara yang diduga memperkenalkan para pembunuh kepada orang yang memerintahkan pembunuhan jurnalis itu diampuni. Sebagai balasan dia diminta bersaksi.

    Pembunuhan jurnalis Daphne Caruana Galizia diduga melibatkan seorang pengusaha, dua menteri, dan seorang kepala staf presiden Malta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.