Ini 6 Fakta Serangan Napi Teroris di London Bridge

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peristiwa penikaman oleh napi teroris, Usman Khan di London Bridge, 29 November 2019. [CNN]

    Peristiwa penikaman oleh napi teroris, Usman Khan di London Bridge, 29 November 2019. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Serangan teroris di London Bridge, Inggris kemarin sore menewaskan dua orang dari lima orang yang ditikam pelaku, Usman Khan, 28 tahun.

    Polisi menembak mati Khan saat melarikan diri. Khan merupakan mantan terpidana teroris tahun 2012 dan dibebaskan dengan izin pada Desember 2018.

    Berikut 6 fakta dari serangan teroris di London Bridge kemarin sore.

    1. Kepolisian Inggris menyatakan serangan di London Bridge sebagai serangan teroris. Jumlah korban sedikitnya 5 orang, dua di antaranya meninggal karena terluka akibat tikaman pisau Khan.

    2. Tersangka penyerang membawa bom palsu di tubuhnya saat menjalankan terornya.

    "Saya dapat pastikan saat ini kami percaya alat yang direkatkan di tubuh tersangka adalah peledak palsu," kata Kepala Anti-Terorisme Inggris, Neil Basu seperti dilaporkan Reuters.

    3. Video yang diposting di Twitter menunjukkan sekitar enam orang bergulat dengan seseorang di lantai jembatan. Satu orang tampak membawa pisau. Polisi yang menerima panggilan darurat berusaha menangkap pelaku. Kemudian terdengar suara dua tembakan. Tidak jelas siapa yang tertembak.

    4. London Bridge ditutup.

    5. Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan dirinya kembali ke kantor dan menerima perkembangan informasi dari peristiwa di London Bridge.

    6. Peristiwa berdarah dan mematikan di London Bridge terjadi dua tahun lalu, Juni 2017. Tiga orang menggunakan mobil van merengsek ke arah tempat pejalan kaki di London Bridge dan kemudian menikam orang-orang yang berada di dekat jembatan. Delapan orang tewas dan sedikitnya 48 orang terluka. Organisasi teroris ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa itu dan menyebut ketiga orang pelaku sebagai milisinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?