Lukisan Mozart Umur 13 Tahun Laku Rp 62 Miliar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan Wolfgang Amadeus Mozart saat masih berusia 13 tahun laku dengan harga Rp 60 miliar lebih. Sumber: asiaone.com

    Lukisan Wolfgang Amadeus Mozart saat masih berusia 13 tahun laku dengan harga Rp 60 miliar lebih. Sumber: asiaone.com

    TEMPO.CO, JakartaLukisan gambar pemusik Wolfgang Amadeus Mozart karya pelukis asal Italia, Giambettino Cignaroli, terjual dengan harga 4 juta euro atau sekitar Rp 62 miliar. Lukisan itu terjual dalam sebuah lelang, dimana awalnya lukisan itu bakal laku terjual dengan harga 800 euro – 1,2 juta euro. 

    Dikutip dari asiaone.com, Jumat, 29 November 2019, lukisan gambar Wolfgang Amadeus Mozart itu dilukis pada tahun 1770. Lukisan yang dilelang itu adalah satu dari empat gambar Wolfgang Amadeus Mozart yang digambar semasa dia masih hidup. 

    Wolfgang A Mozart

    Lukisan yang laku dengan harga Rp 62 miliar itu adalah lukisan Mozart ketika dia masih berusia 13 tahun. Dalam foto itu terlihat Mozart memakai rambut palsu warna putih dan sebuah jaket merah bermain dengan sebuah piano kuno. Skor musik terlihat samar-samar di tepi bingkai.    

    “Apa yang menarik dari gambar ini adalah skore musik. Berdasarkan gambar ini, beberapa ahli mengatakan skor musik itu mungkin saja hasil karya Mozart,” kata Astrid Centner-d'Oultremont, Kepala Old Master, dari balai lelang Inggris yang ada di Paris. 

    Ketika lukisan itu dibuat, Mozart sedang ke Italia karena dia masih melanjutkan sekolahnya sebagai pemusik sembari melakukan konser-konser di beberapa negara. 

    Pembuatan lukisan itu atas permintan Pietro Lugiati, pejabat dari Venesia. Permintaan dilayangkan beberapa hari setelah Mozart melakukan konser di Verona pada Januari tahun 1777. Mozart lahir pada 1756 di Kota Salzburg, Austria dan meninggal pada 1791.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?