Suvei Prediksi Boris Johnson Menangi Pemilu Inggris

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Roger Harris/Handout via REUTERS]

    Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di House of Commons di London, Inggris 3 September 2019.[UK Parliament/Roger Harris/Handout via REUTERS]

    TEMPO.COLondon – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, diperkirakan bakal memenangkan mayoritas kursi di parlemen pada pemilu 12 Desember 2019.

    Perkiraan ini berdasarkan hasil jajak pendapat lembaga survei YouGov, yang pernah memprediksi secara akurat pemilu 2017.

    Johnson telah berjanji pada masa kampanye akan menuntaskan Brexit pada 31 Januari 2020 jika Partai Konservatif memenangkan pemilu. Saat ini Inggris mengalami krisis politik selama empat tahun terakhir mengenai proses Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa.

    Jajak pendapat YouGov memprediksi Partai Konservatif, yang mengusung Johnson, bisa memenangkan 359 kursi dari total 650 kursi.

    Jumlah ini naik dari 317 kursi pada pemilu 2017. Pemilu nanti juga dikabarkan menjadi kemenangan terbaik Partai Konservatif sejak kemenangan partai itu saat dipimpin PM Margaret Thatcher pada 1987.

    YouGov menggunakan model jajak pendapat “Multilevel Regression and Poststratification atau MRP.

    “Proyeksi pertama dari model MRP kami untuk pemilu 2019 menunjukkan Partai Konservatif bisa mendapatkan mayoritas,” kata Anthony Wells, direktur politik dan sosial di lembaga YouGov seperti dilansir Reuters.

    Menurut dia, Partai Konservatif bakal mendapat suara lebih banyak di daerah yang warganya memilih untuk meninggalkan UE pada referendum 2016. Ini seperti daerah di kawasan utara, West Midland, dan East Midland.

    Menurut jajak pendapat ini, Partai Buruh diperkirakan bakal mendapat 211 kursi, atau turun dari 262 kursi. Partai SNP diproyeksikan mendapat 43 kursi, Liberal Demokrat mendapat 13 kursi dan Partai Brexit tidak memenangi satu kursipun.

    Secara terpisah, jajak pendapat oleh lembaga Savanta ComRes di Inggris justru memprediksi sebaliknya yaitu keunggulan Partai Konservatif atas Partai Buruh turun hingga hanya 7 persen. Ini artinya Partai Konservatif dapat 41 persen dan Partai Buruh juga 34 persen. Beberapa survei lainnya juga menunjukkan mengecilnya selisih kedua partai ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.