Trump Bakal Umumkan Kartel Narkoba di Meksiko sebagai Teroris?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump memegang catatan tentang kesaksian Duta Besar Gordon Sondland ketika ia meninggalkan Gedung Putih pada 20 November 2019.[NBC News]

    Presiden Donald Trump memegang catatan tentang kesaksian Duta Besar Gordon Sondland ketika ia meninggalkan Gedung Putih pada 20 November 2019.[NBC News]

    TEMPO.COWashington – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan menyatakan kartel narkoba di Meksiko sebagai kelompok teroris.

    Ini terkait peran dari kelompok narkoba itu yang melakukan penyelundupan narkoba dan orang.

    Rencana Trump ini memicu permintaan pemerintah Meksiko untuk melakukan dialog.

    “Mereka akan dinyatakan seperti itu. Saya telah bekerja soal ini selama 90 hari terakhir. Anda tahu hal ini tidak mudah. Anda harus melewati proses. Dan kita saat itu dalam proses itu,” kata Trump dalam wawancara dengan tokoh konservatif Bill O’Reilly seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu, 27 November 2019.

    Soal ini, kementerian Luar Negeri Meksiko mengatakan akan meminta pertemuan tingkat tinggi dengan kemenlu AS. Mereka ingin membahas soal penetapan status itu dan arus senjata serta uang ke kelompok kriminal terorganisir.

    “Kemenlu akan mengadakan kontak dengan mitranya Menlu Michael R. Pompeo dengan tujuan mendiskusikan hal penting ini dalam agenda bilateral,” kata kementerian Meksiko.

    Begitu sebuah kelompok dinyatakan sebagai organisasi teroris, maka warga AS dilarang memberikan bantuan apapun. Anggota organisasi itu juga dilarang masuk ke AS dan bisa dideportasi.

    Lembaga keuangan yang mengetahui adanya aliran dana atau tempat penyimpanan dana kelompok teroris bisa memblokir uang itu dan melaporkannya ke kementerian Keuangan AS.

    Pada awal November 2019, Trump menawarkan bantuan kepada pemerintah Meksiko untuk memberantas kelompok penyelundup narkoba ini.

    “Memerangi kartel narkoba dan menghapus mereka dari muka bumi,” begitu isi cuitan Trump. Cuitan ini muncul setelah serangan brutal terhadap sejumlah warga AS di Meksiko.

    Tiga perempuan dan enam anak berkebangsaan AS dan Meksiko tewas dalam penyergapan di utara Meksiko, yang terletak dekat perbatasan AS.

    Seorang bekas anggota Kongres Meksiko, Alex LeBaron, mengatakan menolak penyebutan ide Trump itu sebagai invasi AS. “Kita sudah terkena invasi teroris kartel. Kami menuntut koordinasi nyata antara kedua negara. Kedua negara bertanggung jawab atas munculnya perdagangan narkoba, senjata dan uang,” kata Alex.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.