Gempa 6,4 Terjang Albania Menewaskan 13 Orang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gempa menerjang Albania pada 26 November 2019, membuat bangunan roboh di Thumane. [ CHANNEL NEWS ASIA]

    Gempa menerjang Albania pada 26 November 2019, membuat bangunan roboh di Thumane. [ CHANNEL NEWS ASIA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa terkuat dalam beberapa dekade menerjang Albania pada Selasa, 26 November 2019. Gempa menewaskan 13 orang dan melukai sekitar 600 orang.

    Gempa berkekuatan 6,4 itu merobohkan sejumlah gedung dan mengubur warga yang tak sempat menyelamatkan diri dari reruntuhan gedung.

    Menurut Badan Geologi AS, gempa menerjang Tirana, ibukota Albania dan wilayah sekitarnya pada jam 4 pagi waktu setempat. Ini gempa kedua yang terjadi di kawasan itu dalam dua bulan ini.

    Adapun pusat gempa berada di 30 kilometer arah barat Tirana dengan kedalaman 10 kilometer.

    Menurut laporan Reuters, warga lari menyelamatkan diri dari gedung apartemen di Tirana, termasuk beberapa di antaranya berlari sambil membawa bayi mereka.

    Marjana Gjoka, 48 tahun, saat gempa datang sedang tidur di apartemennya di lantai 4 gedung.

    "Atap roboh di atas kepala saya dan saya tidak tahu bagaimana cara kami menyelamatkan diri. Tuhan membantu kami," kata Gjoka.

    Gempa itu dirasakan di Thumana, 30 kilometer arah barat daya Tirana, bahkan hingga ke Sarajevo, Bosnia dan Novi Sad, kota di Serbia yang berjarak 700 kilometer dari Albania.

    Pemadam kebakaran, polisi, dan warga sipil bekerja sama mengangkat puing-puing dari bangunan runtuh di Thumane.

    Yunani mengirimkan dua tim penyelamat dari 41 pemadam kebakaran terlatih ke Albania untuk membantu pencarian korban gempa.

    Pada September lalu, gempa berkekuatan 5,6 menerjang Albania , merusak 500 rumah dan menghancurkan rumah lainnya. Gempa ini disebut Kementerian Pertahanan sebagai yang paling kuat menerjang Albania dalam 30 tahun terakhir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.