Perang Dagang, Apple Lebih Banyak Buat Komponen di India

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apple mematenkan desain iPhone baru dengan logo yang menyala, 30 September 2019. (Gizchina.com)

    Apple mematenkan desain iPhone baru dengan logo yang menyala, 30 September 2019. (Gizchina.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Teknologi India, Ravi Shankar Prasad, mengungkap Apple berencana memperluas operasional manufakturnya ke India. Salah satu suplier Apple, Salocomp sekarang ini sedang mengembangkan sejumlah komponen di pabrik mereka dekat Chennai, India.

    Dengan rencana Apple ini, maka India akan menjadi pusatnya manufaktur perusahaan-perusahaan raksasa teknologi. Saat ini, Xiaomi hingga Samsung sudah membuat pirantinya di India, bahkan mengekspornya ke belahan negara lain dari India.

    Dikutip dari indiatimes.com, Salacom berencana mengucurkan investasi bertahap hingga lima tahun ke depan untuk memproduksi alat pengisi daya dan komponen lain untuk konsumen mereka, Apple. Prasad menyebut, Apple akan membuka sekitar 10 ribu lapangan kerja dengan perluasan ini. 

    Baru-baru ini Apple juga mulai memproduksi iPhone XR mereka di India, yang sebelumnya dilakukan di Cina, namun dipindah ke India menyusul perang dagang Amerika Serikat - Cina. Gawai ini juga diekspor ke negara-negara lain. 

    Dengan dijadikannya India sebagai tempat manufaktur iPhone XR, maka total ada empat item iPhone yang diproduksi di India. Sebelumnya India telah menjadi tempat produksi ponsel pintar iPhone 6, iPhone 7 dan iPhone SE. Namun iPhone XR membutuhkan lebih banyak hal teknis.      

    Dengan memindahkan manufaktunya dari Cina ke India, maka Apple bisa menjadi ponsel pintar paling murah di negara itu. Dengan memindahkan produksinya ke India, Apple juga bisa menghemat hingga 20 persen pajak impor yang dipungut pada ponsel yang diproduksi di luar India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.