Boris Johnson Unggul 42 Persen Jelang Pemilu Inggris 12 Desember

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Patung Effigies Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Pemimpin House of Commons Jacob Rees-Mogg diarak di kota selama perayaan Bonfire Night tahunan di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Dalam Bornfire penduduk Inggris juga akan membawa patung berukuran besar dan mengaraknya sembari berparade. Di akhir pawai, patung yang mereka bawa akan dibakar di atas api unggun. REUTERS/Toby Melville

    Patung Effigies Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Pemimpin House of Commons Jacob Rees-Mogg diarak di kota selama perayaan Bonfire Night tahunan di Lewes, Inggris, 5 November 2019. Dalam Bornfire penduduk Inggris juga akan membawa patung berukuran besar dan mengaraknya sembari berparade. Di akhir pawai, patung yang mereka bawa akan dibakar di atas api unggun. REUTERS/Toby Melville

    TEMPO.COLondon – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengumumkan manifesto Partai Konservatif menyatakan akan membawa negaranya keluar dari Brexit dan kebijakan ekonomi ketat untuk memenangkan pemilihan umum pada Desember 2019.

    Brexit adalah istilah yang merujuk hasil referendum 2016 yang menyatakan mayoritas warga Inggris ingin keluar dari UE.

    Johnson berusaha memenangkan pemilu 12 Desember karena pemerintahannya hanya menguasai minoritas kursi di parlemen sehingga tidak bisa menyelesaikan kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

    “Kami telah mengembangkan rencana jelas yang menghormati hasil referendum, menyelesaikannya, dan memudahkan kita untuk berlanjut dan fokus pada memberikan hasil nyata bagi Anda dan keluarga,” kata Johnson seperti dilansir Channel News Asia pada Ahad, 24 November 2019.

    Jajak pendapat pemilu Inggris yang dilakukan oleh Britain Elects menyebut Partai Konservatif mendapat 42 persen sedangkan Partai Buruh, yang merupakan oposisi, hanya sekitar 29 persen.

    Partai ketiga yaitu Partai Liberal Demokrat, yang anti-Brexit, hanya mendapat 15 persen. Ada Partai Brexit, yang mendukung Brexit, mendapat enam persen, dan Partai Hijau sebanyak 3 persen.

    Partai Konservatif melihat popularitasnya meningkat drastis sejak Boris Johnson mengambil alih kepemimpinan partai dari Theresa May empat bulan lalu. Mereka sepertinya mendapat manfaat dari penarikan kandidat Partai Brexit di sekitar 300 kursi yang dipertahankan Partai Konservatif. Saat ini, jumlah kursi di parlemen House of Commons atau DPR 650 kursi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.