Evo Morales Mundur, Bolivia segera Gelar Pemilu Ulang?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota senat BoliviIa dari partai oposisi, Jeanine Anez mengangkat dirinya jadi presidens setelah Evo Morale, presiden yang dikudeta pekan lalu, terbang ke Meksiko. [CNN]

    Anggota senat BoliviIa dari partai oposisi, Jeanine Anez mengangkat dirinya jadi presidens setelah Evo Morale, presiden yang dikudeta pekan lalu, terbang ke Meksiko. [CNN]

    TEMPO.COLa Paz – Partai pendukung bekas Presiden Evo Morales dan partai oposisi sedang menyelesaikan rancangan undang-undang untuk membuka jalan digelarnya pemilihan umum baru.

    Morales didukung oleh Partai Gerakan Sosialisme. Menurut Henry Cabrera, wakil Presiden DPR Bolivia, parlemen berencana mengesahkan rancangan undang-undang ini pada Sabtu sore waktu setempat.

    Ini terjadi setelah kesepakatan dengan semua pihak tercapai. “Kami tentu akan menyetujui rancangan ini,” kata Cabrera seperti dilansir Reuters pada Jumat, 22 November 2019. “Kami tidak akan menghambat apapun.”

    Pada saat yang sama, massa pendukung Evo Morales justru terus mendorong agar Presiden interim Jeanine Anez mengundurkan diri.

    Anez membuat permohonan pada Jumat kemarin kepada para pendukung Morales agar mengakhiri blokade jalan di sebuah ladang gas, yang menyuplai energi ke La Paz.

    Delapan orang tewas saat tentara memaksa untuk membuka blokade jalan ini pada Selasa. Para pemrotes membawa peti mati berisi jasad para korban tewas dibubarkan dengan paksa menggunakan gas air mata pada Kamis saat mereka mendekati istana kepresidenan.

    “Saya meminta pemahaman dari saudara-saudara saya yang melakukan blokade tidak penting ini,” kata Anez pada Jumat. “Kami Semua Bolivia.”

    Anez mengulangi dia hanya akan berkuasa hingga berlangsungnya pemilu baru.

    Namun, para pengritiknya menuding pemerintahan interim ini telah melanggar batasan dengan mengubah kebijakan luar negeri, membuka ruang tempat tinggal Morales sebelumnya untuk diliput media, dan mengancam akan menghukum para sekutu Morales.

    Ini terkait tuduhan kriminal yang dilontarkan pemerintah terhadap sejumlah pendukung Morales seperti bekas menteri Budaya, bekas menteri Kepresidenan, saudara lelaki dari bekas wakil Presiden, dan wakil presiden dari Partai MAS.

    Presiden Bolivia Evo Morales yang digulingkan memberi isyarat pada saat kedatangannya untuk mengambil suaka di Meksiko, di Mexico City, Meksiko, 12 November 2019. Dua hari setelah mengundurkan diri sebagai presiden Bolivia atas desakan tentara, Evo Morales tiba di sini Selasa untuk mengambil alih Meksiko menawarkan suaka politik. REUTERS / Edgard Garrido

    Seorang pengacara pendukung oposisi, Jorge Valda, juga mengatakan akan meminta putri Morales yaitu Evaliz Morales, ditangkap karena menyebarkan ajakan melawan pemerintah dan melakukan korupsi.

    Seperti dilansir Channel News Asia, Evo Morales mengundurkan diri setelah ditekan oleh militer dan polisi, yang mendukung massa memprotes hasil pemilu yang dimenangkan Presiden dari warga asli itu.

    Ini terjadi setelah terungkap adanya masalah pada saat penghitungan suara pemilu, yang dinilai menguntungkan Evo Morales.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.