Bayi Cedera Kepala Setelah Diduga Disiksa Perawat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi 5 Hari di Korea Selatan mengalami kerusakan otak setelah dilempar perawat ke box bayi. Sumber: Youtube/Chosun Ilbo/asiaone.com

    Bayi 5 Hari di Korea Selatan mengalami kerusakan otak setelah dilempar perawat ke box bayi. Sumber: Youtube/Chosun Ilbo/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang Ibu di Korea Selatan kaget bukan kepalang saat mengetahui kepala bayi perempuannya yang baru berusia lima hari mengalami sejumlah luka, diantaranya retak tengkorak kepala.

    Laporan media di Korea Selatan menyebut bayi perempuan asal Busan itu memperlihatkan tanda-tanda kesulitan bernafas pada 20 Oktober 2019 sekitar pukul 11 malam. Dia lalu dibawa ke sebuah rumah sakit swasta dan ditangani oleh dokter spesialis kebidanan dan ginekolog, namun kemudian di bawa ke rumah sakit yang lebih besar hingga bayi berumur lima hari itu didiagnosa mengalami retak tulang tengkorak dan beberapa luka di bagian otak.

    Rekaman CCTV pada 20 Oktober sebelum bayi itu dibawa pulang memperlihatkan fakta mengejutkan. Seorang perawat rumah sakit tempat ibu itu melahirkan, melempar bayi malang itu ke tempat tidur bayi dan menampar wajahnya dengan sebuah handuk.

    Identitas perawat itu tidak dipublikasi. Polisi menemukan tindakan penyiksaan serupa pada 18 dan 19 Oktober 2019.   

    Polisi mengungkap pihak rumah sakit berusaha menghapus kejadian dua jam pada 20 Oktober 2019. Rumah sakit menegaskan tidak melakukan kesalahan apapun dan menegaskan bayi berumur lima hari yang mengalami retak di tengkorak kepala terjadi saat dia dibawa ke rumah sakit lain. 

    Dalam sebuah petisi yang sudah ditanda-tangani 200 ribu warga Korea Selatan, ayah bayi malang itu menyerukan kepada pemerintah agar menghukum mereka yang terlibat melalui sebuah investigasi. Petisi itu diunggah ke situs Blus House pada 24 Oktober 2019 dan identitas keluarga bayi itu tidak dipublikasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.