Murid SMA di Amerika Lakukan Penembakan dengan Senjata Rakitan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak SMA di Amerika melakukan penembakan pada teman sekelasnya menggunakan senapan rakitan. Sumber: Reuters

    Anak SMA di Amerika melakukan penembakan pada teman sekelasnya menggunakan senapan rakitan. Sumber: Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang laki-laki murid SMA, 16 tahun, di wilayah selatan California, Amerika Serikat, melakukan penembakan pada dua teman sekelasnya hingga tewas dan melukai tiga orang lainnya dengan senjata rakitan. Dia menembak dirinya sendiri sebelum sempat dicokok polisi. 

    Dikutip dari reuters.com, kejadian ini terjadi pada Kamis, 14 November 2019 atau saat hari ulang tahunnya, dimana murid yang melakukan penembakan itu adalah Nathaniel Tennosuke Berhow. Dia menembak teman sekelasnya secara random di SMA Sausgus di wilayah pinggir Santa Clarita, Los Angeles, Califronia, Amerika Serikat. Setelah menembak membabi-buta, dia menembak dirinya sendiri dan meninggal pada keesokan harinya.         

    “Ketika kami menggeledah tempat tinggal pelaku, kami menemukan sebuah alat yang disebut pistol serba guna. Senjata ini juga yang digunakan oleh pelaku dalam aksi bunuh dirinya. Pistol serba guna ini terdiri dari beberapa komponen yang dirakit sehingga tidak memiliki nomor seri. Senjata ini dikenal juga dengan pistol hantu,” kata Kepala Polisi Los Angeles, Alex Villanueva.

    Anak SMA di Amerika melakukan penembakan pada teman sekelasnya menggunakan senapan rakitan. Sumber: Reuters 

    Menurut Villanueva, masih belum jelas apakah Berhow selalu membawa senjata itu bersamanya. Ayah Berhow, yang sudah meninggal pada 2017, adalah seorang yang suka sekali berburu dan pernah memiliki sampai enam senjata. Namun senjata – senjata itu sudah disita darinya dan sudah dihancurkan.

    Pistol serba guna semacam ini dijual legal di toko-toko senjata dan online dan terkadang disebut pistol 80 persen karena pembeliannya dalam kondisi baru 80 persen terakit. Kendati sudah mewawancara hampir 45 orang, aparat kepolisian masih belum menemukan jawaban mengapa Berhow sampai hati melakukan penembakan pada teman-teman sekelasnya.   

    Ibu Berhow mengatakan membungkuskan jagung, anggur dan kue-kue buatan ke dalam tas ransel putranya pada pagi hari sebelum dia berangkat ke sekolah. Ibunya bahkan tak menyadari apa yang diperbuat putranya. Badan keamanan sedang berusaha membuka ponsel Berhow, yang diharapkan berisi rencana-rencana penembakannya.    


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.