Trump Minta Hun Sen Kembalikan Demokrasi di Kamboja

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri partai oposisi Kamboja yang diasingkan, Sam Rainsy dan Mu Sochua, Wakil Presiden Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), berbicara kepada anggota media setelah meninggalkan Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 November 2019.[REUTERS / Lim Huey Teng]

    Pendiri partai oposisi Kamboja yang diasingkan, Sam Rainsy dan Mu Sochua, Wakil Presiden Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP), berbicara kepada anggota media setelah meninggalkan Gedung Parlemen di Kuala Lumpur, Malaysia, 12 November 2019.[REUTERS / Lim Huey Teng]

    TEMPO.COPhnom Penh – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menulis surat kepada Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, mendesaknya untuk mengembalikan negara di Asia Tenggara itu ke jalur Demokrasi.

    Trump juga berusaha mendekati Kamboja dan menjalin kerja sama dengan negara yang menjadi salah satu sekutu terdekat Cina di kawasan ini.

    “Penting bagi masa depan hubungan bilateral negara kita agar Anda meletakkan kembali Kamboja ke jalan pemerintahan Demokrasi,” kata Trump dalam surat tertanggal 1 November 2019 seperti dilansir Reuters pada Jumat, 22 November 2019.

    Hun Sen telah berkuasa di Kamboja selama 34 tahun. Dia semakin mendapat tekanan negara-negara Barat terkait rekam jejak Hak Asasi Manusia pemerintahannya.

    Uni Eropa telah mengancam menarik manfaat penting perdagangan jika Hun Sen tidak memperbaiki kondisi HAM di Kamboja.

    Hubungan Kamboja dan AS saat ini memburuk setelah pemerintah Kamboja menuding ada plot AS untuk menggulingkan Hun Sen.

    Kritik HAM menyebut Kamboja saat ini merupakan negara dengan satu partai. Ini terjadi setelah Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi besar Cambodian National Rescue Party pada 2017.

    Ini membuat Hun Sen dan partainya bisa menguasai parlemen secara mutlak di parlemen lewat pemilu pada 2018.

    Sebaliknya, Hun Sen menuding pemerintah AS mendukung CNRP dan membuat plot bersama untuk terjadinya ‘Revolusi Warna’. Ini mirip dengan revolusi di kawasan Eropa Timur untuk menggulingkan pemimpin diktator.

    Trump juga menulis bahwa tidak ada perubahan rezim di Kamboja.

    “Saya ingin menyampaikan dan menggaris-bawahi kepada Anda AS menghormati kedaulatan dan keinginan rakyat Kamboja dan tidak ingin mengubah rezim,” kata dia.

    Secara terpisah,  media Khamer Times melansir Hun Sen bertemu dengan Duta Besar AS, Patrick Murphy, yang mengirim surat Trump.

    Kedubes AS melansir soal isi pertemuan keduanya yaitu membahas soal demokrasi dan undangan dari Trump. “AS mendukung rakyat Kamboja, demokrasi dan hak-hak untuk memperkuat hubungan bilateral,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.