Permohonan Pemakzulan, Trump Dibela Mantan Penasehat

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fiona Hill, mantan penasehat Rusia untuk Trump mendesak DPR Amerika yg ingin memakzulkan Trump agar tidak melakukan kebohngan politik. Sumber: YouTube

    Fiona Hill, mantan penasehat Rusia untuk Trump mendesak DPR Amerika yg ingin memakzulkan Trump agar tidak melakukan kebohngan politik. Sumber: YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - Fiona Hill, mantan penasehat Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pada Kamis, 21 November 2019, mendesak anggota DPR agar tidak mempromosikan kebohongan politik soal dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu presiden Amerika Serikat 2016. Himbauan itu disampaikan di tengah proses permohonan DPR untuk pemakzulan Trump. 

    “Ini adalah kisah fiktif yang menggambarkan dilakukan dan diperbanyak oleh agen intelijen keamanan Rusia. Terkait investigasi ini, saya memohon pada Anda semua agar tidak mempromosikan kebohongan politik,” kata Hill, yang bertugas sebagai penasehat Trump sampai Juli 2019. 

    Dalam kesaksiannya, Hill mengatakan sejumlah anggota panel percaya kalau Rusia dan agen intelijen keamanannya tidak mencampuri pemilu Amerika Serikat 2016 atau memberi dukungan pada Trump, termasuk mungkin juga Ukraina melakukan hal sama. 

    Dikutip dari reuters.com, Hill adalah mantan Direktur bidang Eropa – Rusia di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih. Seruan Hill juga disampaikan pada hari terakhir testimoni terbuka sebelum Komite Intelijen DPR membuktikan apakah presiden Trump telah bersikap tidak sepatutnya dengan meminta Ukraina melakukan investigasi yang akan menguntungkannya secara politik. DPR Amerika Serikat saat ini dikuasai Partai Demokrat, sedangkan Trump digolkan ke kursi Presiden dari Partai Republik. 

    Permohonan pemakzulan Trump dikeluarkan DPR Amerika Serikat setelah muncul percakapan telepon pada 25 Juli 2019 antara Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy. Trump meminta agar Zelenskiy melakukan investigasi terhadap dugaan korupsi di Bursima.

    Bursima adalah sebuah perusahaan gas Ukraina, dimana putra Joe Biden yang bernama Hunter Biden pernah duduk sebagai dewan direksi. Saat ini Joe Biden kandidat presiden Amerika Serikat yang paling dijagokan dalam pemilu 2020. Sebagai imbalan investigasi itu, Amerika Serikat akan mengucurkan bantuan keamanan ke Ukraina.   

    “Presiden Trump ingin ada persidangan dengan Senat karena jelas ini satu-satunya dewan, dimana dia berharap bisa mendapat keadilan dan menjalani proses di bawah konstitusi. Kami berharap pada akhirnya bisa mendengar kesaksian dari saksi mata yang sesungguhnya dan kemungkinan telah berpartisipasi dalam korupsi seperti Adam Schiffm, Joe Biden, Hunter Biden dan sejumlah pembocor dalam kasus ini,” kata Juru bicara Gedung Putih, Hogan Gidley, Kamis malam, 21 November 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.