Korea Utara Enggan Hadiri Pertemuan dengan ASEAN, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan istrinya, Ri Sol Ju, saat mereka pergi di Bandara Samjiyon di Provinsi Ryanggang, Korea Utara, 20 September 2018. Korps Pers Pyeongyang/REUTERS

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Ibu Negara Kim Jung-sook mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dan istrinya, Ri Sol Ju, saat mereka pergi di Bandara Samjiyon di Provinsi Ryanggang, Korea Utara, 20 September 2018. Korps Pers Pyeongyang/REUTERS

    TEMPO.COSeoul – Pemerintah Korea Utara menolak undangan untuk menghadiri pertemuan puncak di Seoul, Korea Selatan, dengan negara-negara Association of Southeast Asian Nations pada pekan depan.

    Undangan itu ditujukan kepada kepada pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un. Undangan ini dikirimkan oleh Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, pada 5 November 2019.

    “Waktunya kurang tepat,” kata media Korea Utara KCNA seperti dilansir Reuters pada Kamis, 21 November 2019.

    Undangan ini juga menyebut Korea Utara bisa mengirimkan delegasi utusan jika Kim tidak bisa menghadiri pertemuan ini.

    Presiden Moon bakal memimpin pertemuan para pemimpin ASEAN di Kota Busan, yang merupakan kota pelabuhan, untuk merayakan 30 tahun kemitraan kedua belah pihak.

    Namun, media KCNA ini melansir pernyataan ucapan terima kasih atas undangan dari Korea Selatan itu. “Namun, kami tidak menemukan adanya alasan kuat untuk datang,” kata media pemerintah Korea Utara ini.

    Media ini malah menuding Korea Selatan memiliki ketergantungan dengan Amerika Serikat dalam menyelesaikan masalah antar-Korea.

    “Mengejutkan mereka mengusulkan membahas hubungan antar-Korea dalam venue multilateral yang kurang pas bahkan setelah mengalami kegagalan dengan mengandalkan AS terlalu banyak,” begitu dilansir media KCNA.

    Hubungan kedua Korea sebenarnya mulai membaik setelah digelarnya tiga pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Moon Jae-in pada 2018. Keduanya bersepakat untuk meningkatkan hubungan dan mengaktifkan lagi inisiatif bisnis yang tertunda.

    Namun, hubungan kedua Korea kembali menegang dan tidak mengalami kemajuan berarti terkait proses denuklirisasi Semenanjung Korea. Pyongyang beberapa kali meluncurkan rudal jangka pendek untuk menunjukkan kemampuan militernya.

    Seperti dilansir Channel News Asia, Korea Utara juga mengungkapkan protes atas rencana latihan gabungan angkatan udara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    Akibat protes ini, rencana latihan gabungan itu akhirnya ditunda. Uniknya, Korea Utara lalu mempertontonkan latihan angkatan udaranya lewat sejumlah foto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.