Indonesia-Djibouti Business Connect Diluncurkan, Apa Targetnya?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Ethiopia, Dijbouti, dan Uni Emirat Arab, Al Busyra Basnur berbicara dalam seminar Indonesia Economic Update dan peluncuran Indonesia-Djibouti Business Connect di Djibouti, 19 November 2019. [KBRI ADDIS ABABA]

    Duta Besar RI untuk Ethiopia, Dijbouti, dan Uni Emirat Arab, Al Busyra Basnur berbicara dalam seminar Indonesia Economic Update dan peluncuran Indonesia-Djibouti Business Connect di Djibouti, 19 November 2019. [KBRI ADDIS ABABA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti, dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur  meluncurkan Indonesia-Djibouti Business Connect (IDBC) di Djibouti.

    Peluncuran IDBC dilakukan saat seminar berjudul Indonesia Economic Update yang diselenggarakan Kedutaan Besar RI Addis Ababa bekerjasama dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Djibouti di kota Djibouti, 19 November 2019. 

    “IDBC adalah sebuah wadah komunikasi dan informasi cepat yang menggalang konektivitas dan eksekusi kerjasama ekonomi melalui aplikasi sosial media secara real time. IDBC yang diprakarsai oleh KBRI Addis Ababa, menghubungkan pengusaha Djibouti dan Indonesia serta KBRI Addis Ababa selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu,” kata Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia merangkap Djibouti dan Uni Afrika, berkedudukan di Addis Ababa.

    Peluncuran IDBC dikarenakan sebagian besar pengusaha Indonesia dan Djibouti belum mengenal baik satu sama lain mengenai potensi kerjasama ekonomi yang bisa mereka gali dan kembangkan dalam rangka meningkatkan kerjasama ekonomi bilateral.

    Seminar itu dihadiri sekitar 50 orang tokoh pengusaha Djibouti, termasuk Ketua Kamar Dagang Djibouti, Youssouf Moussa Dawaleh dan Badoul Hassan seorang pengusaha dan mantan Menteri Djibouti.

    Tiga pengusaha Indonesia juga mengikuti seminar ekonomi tersebut melalui video conference, masing-masing Achmad Nusolahardo dari PT Behaestex; Kemas Achmad Mujoko dari PT Rahasia Dana Berkelanjutan, dan Tan Yanto Hendrawan dari CV Banjar Usaha Sukses. Selain video conference, acara ini juga disiarkan live streaming yang diikuti pengusaha Indonesia di berbagai kota dan daerah.

    Indonesia dan Djibouti membuka hubungan diplomatik tahun 1979 dan berkembang pesat. Di bidang ekonomi, tahun 2018 nilai perdagangan bilateral kedua negara US$ 211,5 juta, surplus bagi Indonesia 99 persen.

    Djibouti menjadi negara penting bagi Indonesia dan berbagai negara lain di dunia sebagai pintu masuk utama ekspor ke banyak negara Afrika timur, terutama Ethiopia.
    '


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.