Mencolok Mata Buaya, Pria di Australia Selamat dari Terkaman

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi buaya. Sumber: Shutterstock/english.alarabiya.net

    Ilustrasi buaya. Sumber: Shutterstock/english.alarabiya.net

    TEMPO.CO, Jakarta - Craig Dickmann, 54 tahun, seorang petugas di taman margasatwa Australia lolos dari cengkraman buaya dengan menusuk bola mata buaya tersebut. Dickmann menjelaskan dia sempat bergulat dengan buaya itu sebelum selamat dari terkaman reptil itu.

    Dikutip dari english.alarabiya.net, Senin, 18 November 2019, kejadian ini terjadi pada Minggu, 10 November 2019 di sebuah wilayah terpencil utara Australia yang terkenal sebagai sarang buaya. Hewan reptil yang menyerang Dickmann sepanjang 2,8 meter dan bergerak dari arah belakang saat Dickmann hendak meninggalkan pantai. 

    “Ketika saya mau pergi, hal yang saya lihat kepalanya (buaya) ke arah saya,” kata Dickmann.

    Buaya itu lalu mengunci salah satu paha Dickman. Dia lalu bergulat dengan buaya itu, dimana Dickmann berusaha menjauh dari pantai, namun buaya itu sekuat tenaga menyeret Dickmann ke air. Dia lalu menancapkan jempolnya ke salah satu mata buaya itu. 

    Menurut Dickmann, mata itu adalah satu-satunya titik dimana dia bisa menancapkan ‘peluru’ pada buaya tersebut. 

    “Saya mencolok matanya sejauh mungkin hingga saya merasakan tulang rongga mata buaya itu,” kata Dickmann. 

    Setelah beberapa menit, dia bisa naik ke punggung buaya dan menutup mulutnya yang menganga. Dia lalu mendorong buaya itu agar menjauh darinya dan buaya itu pun kembali ke dalam air. 

    Akibat bergelut dengan buaya ini, kulit di bagian tangan dan kaki Dickmann sobek. Kendati begitu, dia masih bisa mengendarai mobil selama 45 menit ke rumahnya dan menelepon layanan gawat darurat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.