Presiden Cile Tolak Impunitas Bagi Petugas yang Melanggar HAM

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebastian Pinera. REUTERS/Jaime Saldarriaga

    Sebastian Pinera. REUTERS/Jaime Saldarriaga

    TEMPO.COSantiago – Presiden Cile, Sebastian Pinera, bersumpah tidak akan memberikan kekebalan hukum atau impunitas kepada petugas keamanan yang menggunakan cara kekerasan secara berlebihan dan melanggar Hak Asasi Manusia demonstran.

    Sebanyak 20 orang tewas sejak digelarnya unjuk rasa yang berakhir rusuh selama beberapa pekan terakhir memprotes kenaikan harga-harga kebutuhan pokok termasuk tiket kereta api.

    Jaksa penuntut umum di Cile sedang menginvestigasi sebanyak sekitar 1.000 kasus dugaan pelanggaran HAM dari mulai penyiksaan hingga tindak kekerasan seksual oleh petugas polisi dan militer.

    “Meskipun kami berkomitmen penuh dan mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi HAM, dalam sejumlah kasus protokol yang ada tidak diikuti, terjadi tindak kekerasan berlebihan dan penyiksaan dan tindak kriminal,” kata Pinera dalam pidato di televisi pada Ahad malam seperti dilansir Reuters pada 17 November 2019.

    Pinera menegaskan,”Tidak ada impunitas.”

    Demonstrasi besar telah mengguncang ibu kota Santiago selama sebulan terakhir dalam krisis politik terbesar di negara Amerika Latin itu sejak berlakunya kembali sistem demokrasi pada 1990.

    Unjuk rasa massal, yang juga terjadi di sejumlah kota di Cile ini, telah mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat, dan meningkatkan prediksi memburuknya pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya lapangan kerja.

    Pemerintahan Pinera telah menjanjikan sejumlah langkah reformasi ekonomi untuk menjawab desakan demonstran dari mulai menaikkan upah minimum hingga menyelesaikan urusan pensiun para karyawan.

    Para anggota legislatif Cile juga mengumumkan kesepakatan untuk menggelar referendum pada April 2020 untuk mengganti konstitusi dari era diktator.

    Ini merupakan kemenangan besar bagi demonstran, yang menyebut konstitusi negara dirancang untuk menindas rakyat kecil.

    Pinera menyambut kesepakatan politik ini pada pidato Ahad malam langsung dari istana kepresidenan La Moneda.

    “Warga Cile sekarang akan menjadi penentu terkait konstitusi baru negara. Ini konstitusi pertama yang dirancang pada era demokrasi,” kata dia.

    Pengumuman ini juga disambut pasar keuangan Cile dengan membaiknya indeks pasar saham dan mencatatkan peningkatan tertinggi dalam 11 tahun. Mata uang peso, yang sempat melemah, juga menguat.

    Situs Foreign Policy menyebut unjuk rasa Cile berlangsung selama sekitar sebulan dan menyuarakan berbagai tuntutan. Publik menuntut perbaikan dana pensiun, pendidikan, reformasi politik dan penurunan harga dengan publik turun ke jalan-jalan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.